SINGAPURA, RADAR MALANG - Hubungan bilateral antara Indonesia dan Singapura kini memasuki babak baru yang lebih progresif melalui penguatan kerja sama di sektor investasi strategis.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya kedua negara dalam merespons dinamika geopolitik global sekaligus mempercepat transisi energi bersih di kawasan.
Baca Juga: Redam Lonjakan Harga Plastik, Menteri Airlangga Umumkan Hapus Bea Masuk LPG serta Bahan Baku Polimer
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani telah menggelar pertemuan strategis dengan CEO Temasek, Dilihan Pllay Sandrasegara pada Senin (27/04/2026) di Singapura.
Pertemuan ini berfokus pada perluasan kemitraan dalam pengembangan infrastruktur rendah karbon dan energi terbarukan.
Baca Juga: Bukan Sekadar Teknologi, Ini Alasan Teknis Mengapa E-KTP RI Kalah Canggih dari MyKad Malaysia
Portofolio Temasek di Indonesia saat ini menjadi fondasi kuat untuk mendorong inisiatif transformasional, termasuk pembangunan data center yang didukung listrik rendah emisi.
Pemerintah menegaskan bahwa kerja sama ini bertujuan memperkuat hilirisasi industri guna meningkatkan nilai tambah produk ekspor nasional.
Baca Juga: Prabowo Usul Manfaatkan Genteng Hasil Olahan Sampah Plastik untuk Program Gentengisasi
Selain fokus pada proyek fisik, pertemuan tersebut juga menjadi ajang pertukaran perspektif mengenai praktik terbaik (best practices) dalam pengelolaan investasi global.
Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan lebih banyak lapangan kerja berkualitas bagi masyarakat luas di dalam negeri.
Kemitraan strategis ini didukung penuh oleh platform Six Working Groups (6WG) yang mencakup sektor transportasi, agribisnis, hingga pariwisata.
Baca Juga: Taksi Green SM Terhenti di Tengah Rel Menjadi Awal Mula Laka KA VS KRL
Dengan nilai perdagangan bilateral yang mencapai 32,86 miliar dolar AS pada 2025, Singapura tetap menjadi mitra ekonomi utama bagi Indonesia.
Editor : Aditya Novrian