JAKARTA, RADAR MALANG - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) memadati kawasan Monas, Jakarta Pusat, pada Sabtu sore (2/05/2026).
Aksi massa ini digelar bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah.
Baca Juga: QRIS Resmi Merambah Jepang dan Tiongkok, Digitalisasi Rupiah Tembus Pasar Global
Massa yang didominasi oleh mahasiswa dari berbagai universitas di Pulau Jawa ini mengusung tajuk utama "Gelap Gulita Pendidikan".
Mereka melakukan long march dari kawasan Patung Kuda menuju depan gedung Perpustakaan Nasional untuk menyampaikan aspirasi.
Baca Juga: Diprediksi Agustus Jadi Puncak Kekeringan di Malang
Tuntutan BEM SI di Perayaan HARDIKNAS
Terdapat dua tuntutan krusial yang disuarakan oleh para demonstran dalam orasi mereka di tengah teriknya matahari Jakarta.
Pertama, mahasiswa mendesak pemerintah untuk segera menaikkan upah guru yang hingga kini dinilai sangat tidak manusiawi. Beberapa orator menyebutkan fakta miris di mana tenaga pendidik masih ada yang menerima upah hanya Rp300.000 per bulan.
Baca Juga: Siap Sambut Hari Buruh 1 Mei, Prabowo Janjikan Hadir dan Berikan Cinderamata
Kondisi ini dianggap sebagai kegagalan negara dalam menghargai pahlawan tanpa tanda jasa yang membangun peradaban bangsa.
Tuntutan kedua adalah evaluasi mendalam hingga permintaan penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam sektor pendidikan.
Program tersebut dikhawatirkan akan menggerus alokasi anggaran esensial yang seharusnya digunakan untuk perbaikan infrastruktur sekolah.
Baca Juga: Wacana Menkeu Purbaya Pajaki Selat Malaka Terjegal, Siapakah Pemilik Selat Malaka Sebenarnya?
Pihak Polres Metro Jakarta Pusat melakukan pengamanan ketat di sepanjang Jalan Medan Merdeka guna menjaga kondusivitas.
Penutupan jalur dilakukan pada akses menuju arah Gambir, sementara satu jalur tetap dibuka secara terbatas untuk kendaraan.
Aksi yang dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya ini menekankan bahwa pendidikan harus memihak pada rakyat kecil.
Mahasiswa berkomitmen akan terus mengawal isu ini hingga ada perubahan kebijakan yang nyata dari otoritas terkait.
Keadaan sempat memanas saat massa merapat ke barisan depan, namun tetap terkendali di bawah pengawasan aparat kepolisian. Demonstrasi berakhir dengan harapan agar pendidikan Indonesia tidak lagi berada dalam kondisi gelap gulita di masa depan.
Editor : Aditya NovrianSumber : Diolah dari berbagai sumber