Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Update Kasus Daycare Little Aresha Yogyakarta: Alami Gizi Buruk, Belasan Balita Derita Gangguan Perkembangan, ADHD, hingga Speech Delay

Fitri Cahya Dwi Anggriani • Selasa, 5 Mei 2026 | 22:00 WIB
ALAMI KEKURANGAN GIZI: Korban kasus kekerasan daycare Little Aresha mengalami kekurangan gizi hingga gangguan perkembangan serius. (Sumber: Istimewa)
ALAMI KEKURANGAN GIZI: Korban kasus kekerasan daycare Little Aresha mengalami kekurangan gizi hingga gangguan perkembangan serius. (Sumber: Istimewa)

YOGYAKARTA, RADAR MALANG – Hasil pemeriksaan terhadap sejumlah balita yang menjadi korban tempat penitipan anak (daycare) Little Aresha Yogya telah diungkap Dinas Kedinasan (Dinkes) Kota Yogya pada Selasa (5/5/2026).  

Hasil menunjukkan, terdapat kurang lebih belasan balita yang mengalami kekurangan gizi dan gangguan perkembangan.

Emma Rahmi Aryani, selaku Kepala Dinkes Kota Yogya menjelaskan bahwa pemeriksaan tidak terbatas pada korban yang terdaftar dalam data kepolisian, tetapi juga kepada seluruh balita dari keluarga yang mengadu terkait kasus tersebut.

Ia mengonfirmasi bahwa dari total 149 balita yang terdata hanya 125 balita yang telah menjalani pemeriksaan gizi.

Baca Juga: Kasus Kekerasan Anak Mencuat, KPAI Desak Daycare Little Aresha Ditutup Permanen

"Sebetulnya kan kemarin ada 149 (anak yang terdata), tapi kemarin yang baru diperiksa 131 (anak). Tapi yang (sudah diperiksa) gizinya itu 125 kalau nggak keliru, karena ada yang kesuwen (kelamaan) nunggu atau gimana kan, ya belum sempat diperiksa psikolognya," sambungnya.

Berdasarkan pemeriksaan, diperoleh sejumlah belasan anak terindikasi kekurangan gizi dan gangguan perkembangan meliputi, indikasi ADHD, hiperaktif, speech delay, hingga autisme.

"Dari jumlah anak yang sudah diperiksa, ada 17 anak terindikasi mengalami kurang gizi dan 13 anak yang didiagnosis mengalami gangguan perkembangan seperti ADHD, autisme, hingga speech delay (keterlambatan bicara)," kata dia.

Baca Juga: Miris! Puluhan Bayi di Daycare Jogja Jadi Korban Kekerasan

Emma menjelaskan bahwa proses pemulihan balita-balita yang terdampak tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. ia mengestimasi bahwa proses pemulihan akan berjalan setidaknya selama enam bulan.

Pemerintah Kota Yogyakarta dan pihak dinas kesehatan telah menginstruksikan tim psikolog, dokter, bidan, hingga  nutrisionis untuk memaksimalkan proses terapi kompleks dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) sesuai tingkat keparahan masing-masing balita.

Editor : Aditya Novrian
#little aresha #daycare #kekurangan gizi