JAKARTA, RADAR MALANG – Satu pendaki perempuan Warga Negara Indonesia (WNI) bernama Enjel berhasil ditemukan, setelah sebelumnya masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Basarnas, dan warga setempat di Gunung Dukono.
Enjel dikabarkan meninggal dunia akibat tertimbun abu vulkanik erupsi Gunung Dukono. Korban ditemukan tim SAR gabungan pada Sabtu (9/5), pukul 15.00 WIT.
Posisi jasad korban berada jauh kurang lebih 50 meter dari bibir kawah gunung. Korban kemudian dievakuasi ke pos pemantauan Gunung Dukono di Desa Mamuya, Kecamatan Galela.
Baca Juga: Gunung Dukono Erupsi: Tiga Pendaki Dinyatakan Tewas, Puluhan Pendaki Dievakuasi
Kepala Basarnas Ternate, Iwan Ramdani mengatakan jasad Enjel berhasil ditemukan karena terdeteksi melalui drone thermal milik Brimob.
Selain itu, Komandan Kompi 1 Yon A Pelopor, Iptu Thilio Bintang Onasis menambahkan bahwa jasad Enjel ditemukan saat kabut mulai menipis.
"Tim evakuasi yang sampai di puncak memonitor satu korban tertimbun abu dan batuan di titik koordinat yang diberikan tim drone," kata Iwan di Pos Pemantauan Gunung Dukono, Sabtu (9/5).
Baca Juga: Kabar Duka: Anggota BPK Haerul Saleh Meninggal Dunia dalam Kebakaran Rumah
Saat ini, tersisa dua pendaki Warga Negara Asing (WNA) yang masih dalam proses pencarian tim SAR gabungan, yakni:
- Heng Wen Qiang Timothy (30), laki-laki WNA
- Shahin Muhrez Bin Abdul Hamid (27), laki-laki WNA
Sebagai informasi, Gunung Dukono yang terletak di Halmahera Utara, Maluku Utara, mengalami erupsi pada Jumat (8/5), pukul 07.41 WIT.
Baca Juga: Kunjungi Miangas, Prabowo Janjikan Renovasi Puskesmas dan Sekolah Serta Komitmen Bangun Desa Nelayan
Erupsi tersebut menciptakan kolom letusan mencapai 10.000 meter di atas puncak atau 11.087 meter di atas permukaan air laut (mdpl), menurut keterangan Pusat Volkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Akibatnya, 20 pendaki terjebak, dan tiga pendaki tewas. Tiga pendaki tersebut meliputi, dua WNA Singapura dan satu WNI asal Pulau Ternate.
Editor : Aditya Novrian