Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Terungkap, Data dan Fakta Pembunuhan yang Dilakukan Badut di Mojokerto

Anna Tasya • Senin, 11 Mei 2026 | 15:15 WIB
Ilustrasi pembunuhan.
Ilustrasi pembunuhan.

MOJOKERTO, RADAR MALANG – Terungkap data dan fakta dibalik pembunuhan yang dilakukan oleh seorang badut jalanan di Mojokerto. Peristiwa tragis tersebut terjadi di Dusun Sumbertempur, Desa Sumbergirang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, pada Rabu pagi (6/5/2026). Pelaku Satuan (43), yang sehari-hari bekerja sebagai badut dan penjual balon, diduga nekat menghabisi nyawa ibu mertuanya serta menganiaya sang istri hingga mengalami kondisi kritis.

Aparat kepolisian bergerak cepat dan berhasil menangkap pelaku saat melarikan diri ke arah surabaya. Terungkap motif di balik aksi keji yang dilakukan pelaku. Pelaku nekat melakukan penganiayaan dan pembunuhan karena merasa tidak dihargai oleh istri serta ibu mertuanya. Pelaku terlebih dulu menganiaya sang istri, Sri Wahyuni (35), hingga mengalami luka serius. Setelah itu, ia menghabisi nyawa ibu mertuanya, Siti Arofah (53), dalam peristiwa tragis yang mengguncang warga Mojokerto.

Baca Juga: Terkuak! Pria Berprofesi Badut di Mojokerto Bunuh Mertua dan Aniaya Istri, Polisi Ungkap Motif Cemburu Buta

Berikut sejumlah fakta mendalam terkait kasus pembunuhan yang dilakukan badut jalanan di Mojokerto tersebut.

Upaya kabur berakhir dengan penangkapan di Surabaya

Pelarian pelaku hanya berlangsung singkat sebelum akhirnya berhasil ditangkap aparat kepolisian. Beberapa jam usai kejadian, tim gabungan Resmob dan Jatanras Polres Mojokerto bersama anggota Polsek Asemrowo melacak keberadaan Satuan yang melarikan diri dengan berjalan kaki dari lokasi kejadian menuju halte bus.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaku sempat diantar kerabatnya ke halte sebelum menaiki bus Transjatim menuju Surabaya. Kurang dari enam jam pengejaran, polisi akhirnya menangkap Satuan di kawasan Kecamatan Asemrowo, Kota Surabaya, sekitar pukul 14.00 WIB, tepat setelah ia turun dari bus.

Sakit hati hingga dugaan perselingkuhan jadi pemicu aksi pelaku

Saat diperiksa di Mapolres Mojokerto, Satuan terlihat tak kuasa menahan tangis di hadapan penyidik. Ia mengaku nekat melakukan aksi tersebut karena diliputi rasa sakit hati yang telah lama dipendam. Pelaku juga mengklaim mengetahui adanya dugaan perselingkuhan yang dilakukan istrinya dengan pria lain. Meski telah lama mengetahui hal itu, Satuan mengaku sempat berusaha bersabar dan mengikuti sikap istrinya. Namun, menurut pengakuannya, perlakuan sang istri justru semakin membuatnya emosi hingga berujung pada tindakan brutal tersebut.

Menjadi badut jalanan sambil mengasuh anaknya

Fakta lain juga terungkap dari kehidupan sehari-hari Satuan saat mencari nafkah. Ia diketahui bekerja sebagai badut jalanan sambil mendorong sepeda ontel untuk menjajakan balon dan mainan anak di sepanjang jalur Bangsal–Mojosari. Dalam aktivitasnya itu, Satuan kerap membawa anaknya yang masih berusia 3,5 tahun ikut berjualan, meski harus menghadapi panas maupun hujan di jalanan.

Menurut pengakuannya, ia terpaksa mengajak sang anak bekerja karena istrinya disebut enggan merawat anak mereka. Satuan juga mengaku sang istri hanya bersedia mengasuh anak apabila seluruh kebutuhan rumah tangga telah terpenuhi sepenuhnya.

Baca Juga: Dua Lipa Gugat Samsung 15 Juta Dolar atas Penggunaan Foto Tanpa Izin di Kardus TV

S mengaku kerap mendapat perlakuan yang membuat dirinya merasa dibandingkan dengan orang lain.

Permasalahan rumah tangga pasangan ini disebut semakin rumit akibat tekanan ekonomi. Penghasilan S sebagai badut jalanan dinilai tidak menentu, bahkan terkadang hanya memperoleh Rp4.000 hingga Rp25.000 per hari, meski pada kondisi tertentu bisa mencapai Rp400.000 saat ramai pembeli. Situasi tersebut membuat Satuan merasa kerap dibanding-bandingkan oleh istrinya terkait masalah pendapatan.

Ia mengaku sering mendengar ucapan yang menyinggung karena penghasilannya dianggap jauh lebih kecil dibanding gaji istrinya yang bekerja di pabrik sablon. Bahkan, menurut pengakuan Satuan, setiap kali dirinya mencoba menasihati sebagai kepala rumah tangga, pendapatnya kerap dibantah dengan alasan kondisi finansial.

Kini Satuan mengaku sangat menyesali perbuatannya, terutama ketika memikirkan nasib anaknya yang masih berusia kecil.

Editor : Aditya Novrian
#fakta pembunuhan #Pembunuhan #perselingkuhan