JAKARTA, RADAR MALANG - Pemerintah melalui Baznas resmi meluncurkan program Kurban Experience 2026 untuk memastikan distribusi daging kurban menjangkau seluruh pelosok Indonesia.
Dalam konferensi pers yang digelar pada Jumat (17/04/2026), fokus utama Baznas diarahkan pada pemerataan gizi di 38 provinsi guna menekan angka stunting nasional melalui manajemen kurban digital.
Baca Juga: Tembus Rp85 Juta! Menjelang Idul Adha 2026 Harga Sapi Qurban Melambung Tinggi
Terapkan Standar Ketat Hewan Qurban melalui Digitalisasi
Lembaga penanggung jawab menetapkan standar ketat bagi hewan kurban tahun ini dengan mewajibkan sertifikasi bebas penyakit kuku dan mulut (PMK).
Baca Juga: Idul Adha Berakhir, Bau Kulkas Tak Enak? Jangan Panik, Ini Trik Jitu Hilangkan Amis Daging!
"Kami ingin memastikan setiap hewan yang disembelih memenuhi syariat sekaligus standar kesehatan medis yang paling tinggi," ungkap pihak pelaksana dalam kegiatan konferensi pers persiapan Idul Adha 2026 tersebut.
Baca Juga: Anti Bau! Ini Cara Masak Daging Kambing Kurban Idul Adha Tetap Sehat & Rendah Kolesterol
Melalui sistem pelacakan real-time, para pekurban kini dapat memantau langsung proses penyembelihan hingga distribusi daging kepada penerima manfaat secara transparan.
Dampak Ekonomi bagi Peternak Lokal
Program Kurban Experience 2026 juga diproyeksikan menggerakkan ekonomi sektor peternakan dengan melibatkan lebih dari 5.000 peternak lokal di seluruh tanah air.
Kolaborasi ini bertujuan menciptakan ekosistem pasar yang adil serta memberikan edukasi mengenai manajemen pakan berkualitas untuk menghasilkan bobot hewan optimal.
Baca Juga: Jangan Kalap Saat Idul Adha, Ini Bahaya Makan Daging Terlalu Banyak!
Upaya tersebut diharapkan tidak hanya memberi makna spiritual, tetapi juga memberikan dampak ekonomi nyata bagi kesejahteraan peternak rakyat menjelang hari raya Idul Adha mendatang.
Editor : Aditya Novrian