Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Beredar di Media Sosial, Status WhatsApp Diduga dari Juri LCC 4 Pilar MPR Tuai Perhatian

Anna Tasya • Rabu, 13 Mei 2026 | 15:15 WIB
Indri Wahyuni, Juri Final LCC Empat Pilar MPR RI (Foto: YouTube @MPRRIofficial).
Indri Wahyuni, Juri Final LCC Empat Pilar MPR RI (Foto: YouTube @MPRRIofficial).

MALANG, RADAR MALANG - Sejumlah unggahan yang tersebar di platform media sosial menampilkan tangkapan layar status WhatsApp yang diduga milik salah satu juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR di Kalimantan Barat, Indri Wahyuni, yang kemudian menarik perhatian publik. Dalam unggahan tersebut, sosok yang bersangkutan tampak menegaskan bahwa keputusan yang diambilnya sebagai juri dalam ajang LCC MPR Kalbar sudah sesuai dengan ketentuan dan dinilai tepat.

Tidak hanya itu, status yang beredar juga memuat pernyataan bernada tantangan kepada warganet untuk membuka atau mengungkap Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) miliknya. Selain nama Josepha Alexandra, Indri Wahyuni yang juga bertugas sebagai juri dalam kegiatan LCC MPR Kalbar turut menjadi pusat perhatian publik setelah tanggapannya terhadap protes peserta dinilai memicu perdebatan dan kontroversi di ruang digital.

Baca Juga: Kronologi Kontroversi LCC 4 Pilar MPR: Jawaban Sama Tapi Nilai Berbeda, Juri Disorot

Sejumlah tangkapan layar yang beredar di berbagai platform media sosial menampilkan pernyataan bernuansa sindiran sekaligus pembelaan terhadap salah satu sekolah peserta dalam sebuah kompetisi. Kemunculan unggahan tersebut kemudian memicu respons beragam dari masyarakat. Berbagai komentar publik muncul setelah isi pesan yang tersebar luas itu dinilai menimbulkan perdebatan di ruang digital.

Sebagian warganet menilai isi pernyataan tersebut mengindikasikan adanya keberpihakan, sehingga memunculkan dugaan bahwa proses penilaian dalam ajang lomba tidak sepenuhnya berjalan secara objektif dan netral.

Melalui unggahan akun Instagram @jakartapening pada Selasa (12/5), beredar empat tangkapan layar yang diduga merupakan status WhatsApp milik Indri Wahyuni dan tersebar luas di media sosial.

Pada unggahan pertama, status tersebut berisi pernyataan dalam bahasa Inggris yang menyebut bahwa SMAN 1 Sambas seharusnya layak menjadi pemenang. Dalam teks itu juga disampaikan penekanan mengenai pentingnya keadilan dalam penilaian kompetisi serta kritik terhadap sikap yang dinilai mengabaikan prinsip tersebut.

Pernyataan tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia yang menegaskan bahwa setiap peserta berhak atas kejelasan hasil dan perlakuan yang adil, tanpa memusatkan perhatian hanya pada satu pihak.

Sementara itu, pada unggahan status berikutnya, narasi yang diduga masih berasal dari Indri Wahyuni kembali menegaskan keyakinan bahwa SMAN 1 Sambas merupakan pihak yang pantas keluar sebagai pemenang dalam ajang tersebut.

Unggahan yang dibagikan melalui akun Instagram @jakartapening pada Selasa (12/5) kembali menyoroti empat potongan tangkapan layar status WhatsApp yang diduga milik Indri Wahyuni dan telah ramai diperbincangkan di media sosial.

Pada status kedua, isi pesan tersebut menyinggung adanya anggapan bahwa jawaban yang diberikan dalam kompetisi bersifat “sapujagad” namun tidak ditindaklanjuti secara terbuka. Dalam narasinya juga disebutkan bahwa meskipun terdapat perdebatan mengenai kelayakan kemenangan, hasil akhir tetap menempatkan sekolah tersebut sebagai juara, sekaligus disertai harapan agar pihak yang bersangkutan dapat membuktikan kemampuan di tingkat nasional.

Sementara itu, pada status ketiga, unggahan yang diduga berasal dari akun yang sama menyoroti persepsi publik terhadap sekolah yang dinilai kurang dikenal. Dalam pesan tersebut, disampaikan pandangan bahwa latar belakang geografis dan sejarah wilayah tidak seharusnya menjadi alasan untuk meragukan prestasi, serta disertai doa agar SMAN 1 Sambas dapat menunjukkan performa terbaik di ajang final tingkat nasional di Jakarta.

Adapun pada status keempat, pesan yang beredar memuat pernyataan bernada tantangan terhadap publik terkait Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Dalam unggahan tersebut juga terdapat ungkapan bernuansa sindiran yang menyinggung respons terhadap kritik serta penegasan sikap pribadi atas sorotan warganet.

Hingga saat ini, pihak penyelenggara maupun jajaran juri yang disebut-sebut dalam sorotan publik belum memberikan keterangan resmi terkait beredarnya unggahan yang viral tersebut.

Baca Juga: Profil Adela Kanasya Adies, Putri Adies Kadir yang Gantikan Bapaknya di Kursi DPR RI

Di sisi lain, percakapan di berbagai platform media sosial masih berlangsung dinamis dengan munculnya beragam pandangan yang saling bertolak belakang mengenai isu yang berkembang.

Masyarakat diimbau untuk menyikapi setiap informasi yang beredar dengan lebih cermat dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang belum terkonfirmasi kebenarannya.

Selain itu, publik juga diingatkan untuk menghindari tindakan perundungan maupun serangan personal di ruang digital, mengingat validitas informasi yang beredar belum sepenuhnya dapat dipastikan secara resmi.

Peristiwa ini menjadi refleksi pentingnya keterbukaan dalam pelaksanaan kompetisi, khususnya yang melibatkan peserta didik, guna menjaga integritas penyelenggaraan serta mempertahankan kepercayaan publik terhadap proses penilaian yang berlangsung.

Editor : Aditya Novrian
#lcc #juri lcc #MPR