JAKARTA, RADAR MALANG – Kamar Dagang China (CCC) melayangkan surat resmi kepada Presiden Prabowo Subianto untuk memprotes maraknya praktik pungutan liar (pungli) dan pemerasan oleh oknum otoritas yang merusak iklim investasi di Indonesia.
Dalam surat tertanggal 12 Mei 2026 tersebut, para pelaku usaha asal Tiongkok mengungkapkan rasa frustrasinya terhadap penegakan hukum yang dianggap berlebihan serta ketidakpastian regulasi yang kian mencekik dunia usaha.
Baca Juga: MPR Akui Khilaf: Final LCC Empat Pilar Kalbar Diulang akibat Skandal Penilaian
Hal ini menjadi tamparan keras bagi Indonesia yang saat ini sedang membutuhkan modal besar untuk membangun negara, namun justru dipersulit oleh praktik koruptif di lapangan.
Kadin China menyoroti adanya denda bernilai fantastis hingga puluhan juta dolar AS yang dijatuhkan melalui inspeksi pajak yang dinilai tidak wajar.
Baca Juga: IKN Belum Siap? Mahkamah Konstitusi Tolak Gugatan UU IKN, Jakarta Tetap Jadi Ibu Kota Indonesia
Perusahaan-perusahaan yang selama ini mendukung hilirisasi nikel mengaku menghadapi tantangan operasional akibat pemangkasan kuota produksi hingga 30 juta ton.
"Dunia usaha menghadapi tantangan besar mulai dari regulasi yang terlalu ketat hingga adanya pemerasan oleh otoritas tertentu," tulis CCC dalam suratnya yang menggetarkan hati publik tersebut.
Baca Juga: Tragis! Mobil SPPG Tabrak Lapak PKL di Bekasi, Satu Pedagang Dikabarkan Tewas
Tanggapan Pemerintah Terkait Protes Perusahaan China Terhadap Regulasi Izin di Indonesia
Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa menanggapi dingin keluhan tersebut dengan menegaskan bahwa pemerintah tetap memprioritaskan kepentingan nasional dalam pengelolaan mineral.
"Kalau naiknya royalti membuat mereka mau pindah, silakan cari tempat lain," tegas Purbaya di Jakarta, Selasa (12/5).
Di sisi lain, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengaku telah berkomunikasi langsung dengan Duta Besar Tiongkok untuk memberikan penjelasan terkait revisi harga patokan mineral guna mendinginkan suasana.
Editor : Aditya NovrianSumber : Diolah dari berbagai sumber