JAKARTA, RADAR MALANG – Prabowo Subianto selaku Presiden Republik Indonesia menegaskan bahwa ia telah disumpah sebagai kepala negara segaligus mandataris kedaulatan rakyat, sehingga ia akan bertanggung jawab jika bangsa ini kelaparan.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam kunjungannya ke Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur untuk meresmikan 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) pada Sabtu (16/5).
“Saya sebagai Presiden yang bertanggung jawab, mandataris kedaulatan rakyat. Saya yang disumpah, saya yang bertanggung jawab. Kalau bangsa ini lapar, saya yang akan bertanggung jawab,” tegasnya.
Baca Juga: Prabowo Saat Rupiah Loyo: Rakyat Desa Enggak Pakai Dolar, tapi Begini Kenyataannya
Pernyataan Prabowo tersebut mencerminkan komitmen sungguh-sungguh pemerintah dalam mengatasi permasalahan yang ada di tengah masyarakat.
Sejumlah permasalahan yang dikeluhkan warga meliputi, persoalan tengkulak, ketiadaan cold storage untuk menyimpan iklan hasil tangkapan, kelangkaan bahan pokok, dan lain sebagainya.
Ia menilai, dengan adanya KDMP akan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam mendongkrak perekonomian di tingkat pedesaan.
Baca Juga: Presiden Prabowo Turut Resmikan 1.061 Kopdes Merah Putih Hari Ini
Selain itu, program Makanan Bergizi Gratis (MBG) juga dinilai menjadi solusi untuk meningkatkan kecukupan gizi anak Indonesia.
Begitu juga program Kampung Nelayan Merah Putih yang diproyeksikan untuk menyejahterakan Masyarakat pesisir, yakni nelayan.
Hal itu dinilai menjadi cerminan bahwa program prioritas Prabowo dinilai selalu bersentuhan langsung dengan kesejahteraan rakyat.
Sebelumnya Prabowo telah menugaskan Menteri Pertanian Andi Rahman Sulaiman beserta jajarannya untuk mengejar target swasembada pangan. Meski target masih empat tahun, pemerintah berhasil mencapai swasembada pangan lebih cepat dari yang ditargetkan.
Hal tersebut memicu respons Prabowo bahwa Indonesia terlalu lama dipandang sebelah mata oleh bangsa lain dan dianggap “the soft state”.
“Saya kira ini prestasi bangsa Indonesia. Sudah terlalu lama bangsa kita dianggap remeh bangsa-bangsa lain. Kita dianggap bangsa yang lemah,” pungkasnya.
Editor : Aditya Novrian