Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kompak Tolak Rematch Final LCC 4 Pilar, Badan Sosialisasi MPR Abraham Lianto Berikan Respon Positif

Satya Eka Pangestu • Senin, 18 Mei 2026 | 16:17 WIB
RESPON POSITIF: MPR Bangga SMAN 1 Pontianak dan Sambas Kompak Tolak Final Ulang LCC 4 Pilar. (Sumber: Istimewa)
RESPON POSITIF: MPR Bangga SMAN 1 Pontianak dan Sambas Kompak Tolak Final Ulang LCC 4 Pilar. (Sumber: Istimewa)

RADAR MALANG - Dua sekolah finalis, SMA Negeri 1 Pontianak dan SMA Negeri 1 Sambas, secara resmi menyatakan menolak rencana pengadaan tanding ulang (rematch) babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat.

Keputusan mengejutkan ini diambil menyusul adanya instruksi dari Ketua MPR RI Ahmad Muzani yang sebelumnya mewacanakan pengulangan lomba akibat kekeliruan fatal dewan juri dalam menilai jawaban peserta.

Baca Juga: Tolak Ikuti Tanding Ulang, Ini Alasan SMAN 1 Pontianak Terima Hasil Akhir LCC MPR di Kalimantan Barat

Menanggapi penolakan kompak dari kedua sekolah tersebut, Ketua Badan Sosialisasi MPR RI Abraham Lianto justru memberikan apresiasi tinggi dan mengaku bangga atas kedewasaan sikap para siswa.

Alasan SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Sambas Tolak Ikuti Rematch Final LCC MPR

SMAN 1 Pontianak menjadi pihak pertama yang melayangkan surat pernyataan sikap resmi yang ditandatangani oleh Kepala Sekolah Indang Mariati pada Kamis, 14 Mei 2026.

Baca Juga: MPR Akui Khilaf: Final LCC Empat Pilar Kalbar Diulang akibat Skandal Penilaian

Pihak sekolah menegaskan bahwa protes yang sempat viral di media sosial sejak Sabtu, 9 Mei 2026, murni dilakukan sebagai ikhtiar untuk mendapatkan klarifikasi dan mewujudkan mekanisme lomba yang transparan, akuntabel, serta objektif di masa depan.

Sekolah menegaskan sama sekali tidak memiliki niat untuk menganulir kemenangan pihak lain atau menjatuhkan kredibilitas kepanitiaan.

Baca Juga: Kronologi Kontroversi LCC 4 Pilar MPR: Jawaban Sama Tapi Nilai Berbeda, Juri Disorot

Alih-alih bertanding ulang, SMAN 1 Pontianak memilih menerima hasil yang ada dan memberikan dukungan penuh kepada SMAN 1 Sambas untuk melaju ke tingkat nasional.

Berselang beberapa hari kemudian, SMAN 1 Sambas selaku sekolah yang telah ditetapkan sebagai pemenang oleh juri juga mengeluarkan pernyataan resmi menolak agenda final ulang.

Baca Juga: Telah Sah! Hasil Sidang Isbat Putuskan Idul Adha Jatuh Pada Rabu 27 Mei 2026 Masehi

Pihak sekolah menyatakan keyakinannya bahwa para siswa mereka telah berkompetisi secara jujur, suportif, dan sepenuhnya mematuhi tata tertib yang telah disepakati bersama oleh seluruh peserta sebelum perlombaan dimulai.

Respon Badan Sosialisasi MPR terkait Penolakan Tanding Ulang

Meskipun instruksi tanding ulang awalnya dikeluarkan langsung oleh pimpinan MPR untuk menjamin keadilan menggunakan juri independen, penolakan dari kedua sekolah ini justru disikapi positif.

Baca Juga: Hadiah dari Tiongkok Dibuang, Rombongan Trump Khawatir Risiko Keamanan

Ketua Badan Sosialisasi MPR RI, Abraham Lianto, menyatakan rasa bangganya karena tindakan para siswa dinilai sebagai cerminan nyata dari esensi Empat Pilar Kebangsaan itu sendiri.

Menurut Abraham, kedua sekolah telah mempraktikkan cara berpikir kritis, toleransi tingkat tinggi, musyawarah, serta mengutamakan persatuan di atas ambisi mengejar piala.

Baca Juga: Kukuh Penjarakan Nadiem Makarim, Simak Alasan Jaksa Tuntut Uang Pengganti Sebesar Rp 5,6 Trilliun

Buntut dari penolakan bersama ini, pimpinan MPR RI menjadwalkan diskusi internal pada pekan depan untuk memutuskan status kelanjutan pelaksanaan lomba secara resmi.

Editor : Aditya Novrian
#Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI #Tolak Rematch #Abraham Lianto #Alasan menolak #mpr ri