Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

4 Jurnalis dan 1 Aktivis Indonesia Diculik Tentara Israel saat Ikut Misi Kemanusiaan ke Gaza

Afida Rahma Tsabita • Selasa, 19 Mei 2026 | 10:37 WIB
Tentara Israel menculik sejumlah delegasi Indonesia yang menjalankan misi kemanusiaan bersama Global Sumud Flotilla (GSF) ke Gaza, Senin (18/5). (@globalsumudflotilla)
Tentara Israel menculik sejumlah delegasi Indonesia yang menjalankan misi kemanusiaan bersama Global Sumud Flotilla (GSF) ke Gaza, Senin (18/5). (@globalsumudflotilla)

MALANG, RADAR MALANG – Lima warga negara Indonesia, yakni satu orang aktivis dan empat jurnalis yang tengah menjalankan misi kemanusiaan bersama Global Sumud Flotilla (GSF) ke Gaza dilaporkan diculik Angkatan Laut Israel (IOF) di perairan Siprus pada Senin (18/5).

Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) mengungkapkan, aktivis yang ditangkap adalah Andi Angga Prasadewa dari lembaga kemanusiaan Rumah Zakat yang yang berada di kapal Josep.

Baca Juga: Praka Rico Gugur dalam Misi UNIFIL di Lebanon, Sekjen PBB Desak Israel Hetikan Serangan

Sementara itu, empat jurnalis yang ikut ditangkap meliputi Thoudy Badai (Republika), Rahendro Herubowo (iNews TV), Andre Prasetyo Nugroho (TV Tempo) di kapal Ozgurluk, serta Bambang Noroyono (Republika) yang berada di kapal BoraLize.

Herman Budianto, salah satu dari sembilan delegasi GPCI yang berhasil selamat dari penyergapan Israel membagikan kronologi dan kondisi terbaru pascainsiden.

Ia mengonfirmasi bahwa ia dan rekan timnya di kapal Zapyro berhasil menghindari dari penyergapan beberapa jam sebelumnya.

Baca Juga: MPR Kecam Keras UU Hukuman Mati Israel terhadap Tawanan Palestina

"Alhamdulillah tim kami ini kapten, kru-nya ya dari teman-teman luar biasa berpengalaman. Mereka bisa manuver melakukan penghindaran-penghindaran jauh ya dan sudah dari sasar pengejaran IDF tadi," ujar Herman. 

Menurut Herman, pihak Israel telah mengintai rombongan GSF menggunakan drone sejak malam hari sebelum pengadangan. Paginya, Israel menerjunkan kapal perang dan kapal-kapal kecil dengan prajurit di dalamnya untuk mencegat rombongan. 

Berdasarkan data dari GPCI, terdapat 17 kapal yang dicegat Israel, lima diantaranya adalah kapal yang berisi sembilan delegasi GCPI. Lima kapal tersebut Kapal Josef, Osgurluk, Zapyro, Kasr-1, dan BorAlize. 

Baca Juga: Praka Rico Gugur: Kemhan Berduka, Kemlu Sebut Serangan Israel Sebagai Kejahatan Perang

Empat delegasi lainnya yang dipastikan selamat dan sedang melanjutkan perjalanan adalah Herman Budianto dan Ronggo Wirasanu dari Dompet Dhuafa di kapal Zapyro, Asad Aras Muhammad dan Hendro Prasetyo di Kapal Kasr-1.

Menanggapi peristiwa tersebut, Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin, mengecam keras tindakan penculikan yang dilakukan oleh Israel. Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran berat terhadap hukum internasional.

“Juga pelanggaran terhadap prinsip kemanusiaan universal, serta kebebasan sipil warga dunia yang membawa bantuan bagi rakyat Palestina di Gaza,” tutur Andi, pada Senin. 

Baca Juga: Eskalasi Timur Tengah Memanas, Presiden Prabowo Tunda Pengiriman 8.000 Personel TNI ke Gaza

Andi mengungkap, para delegasi yang datang bersama GSF murni untuk menyalurkan bantuan logistik, obat-obatan hingga solidaritas untuk warga Palestina.

Di sisi lain, Pemerintah Indonesia melalui Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang mendesak Pemerintah Israel untuk membebaskan para WNI yang mereka culik. 

“Kementerian Luar Negeri mendesak Pemerintah Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan,” tegas Yvonne.

Editor : Aditya Novrian
#misi kemanusiaan #gaza #Palestina