JAKARTA - RADAR MALANG, Sebuah momentum bersejarah dalam ketatanegaraan dan pengelolaan keuangan publik resmi tercipta di Gedung Parlemen DPR.
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan hadir secara langsung dalam Rapat Paripurna DPRI pada Rabu (20/05/2026), untuk menyampaikan pidato pengantar Kerangka-Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027.
Baca Juga: Optimistis Rupiah Menguat, Menkeu Purbaya Imbau Pemegang Dolar AS Segera Jual
Ungkapan Menteri Keuangan Purbaya Soal Kedatangan Presiden Prabowo Subianto Pada KEM-PPKF 2027
Sinyal kehadiran langsung sang kepala negara dikonfirmasi oleh jajaran pimpinan parlemen serta Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Pasang Badan Klarifikasi Pidato Prabowo soal "Orang Desa Tak Pakai Dolar"
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad dan Saan Mustofa, menjelaskan bahwa secara hukum tidak ada satu pun regulasi atau undang-undang yang melarang presiden untuk membacakan langsung dokumen pengantar anggaran tersebut.
Menkeu Purbaya menambahkan, keputusan ini diambil karena dokumen KEM-PPKF RAPBN 2027 memuat banyak sekali pesan penting serta program-program unggulan jangka menengah-panjang langsung dari visi Asta Cita Presiden.
Baca Juga: Rupiah Amblas ke Rp 17.688! Komisi XI DPR Cecar dan Pertanyakan Klaim Stabil Gubernur BI
Sambil berseloroh, Purbaya mengaku justru merasa senang karena beban tugas bicaranya di mimbar paripurna kali ini diambil alih langsung oleh presiden.
Di tengah tingginya tekanan ekonomi dunia akibat konflik geopolitik di Timur Tengah, kehadiran sang komandan tertinggi menunjukkan bahwa Indonesia sangat serius dan responsif dalam mengawal target makro.
Baca Juga: Resmi Beroperasi! Polda Metro Jaya Bentuk Tim Khusus Pemburu Begal yang Siaga 24 Jam
Target optimistis pertumbuhan ekonomi nasional dipatok beyond 5% (di mana kuartal I tumbuh impresif 5,61% dan target tahunan di kisaran 5,4%).
Optimisme Kesehatan Fiskal dan Penyusutan Devisit APBN Hingga 0,6%
Komitmen yang dibawa presiden ke DPR ini diperkuat oleh laporan kesehatan APBN terbaru per April 2026 yang mencatatkan performa gemilang.
Berbeda dengan tren tahun-tahun lalu di mana defisit bergerak melebar dari bulan ke bulan, defisit fiskal per April justru berhasil ditekan menyusut ke angka 0,6% dari PDB (setara Rp164 triliun) dibandingkan posisi Maret yang berada di angka 0,9% (setara Rp240 triliun).
Baca Juga: Telah Sah! Hasil Sidang Isbat Putuskan Idul Adha Jatuh Pada Rabu 27 Mei 2026 Masehi
Keberhasilan penataan ulang fiskal ini didorong oleh lompatan performa penerimaan negara (revenue) sebesar 13,3% berkat implementasi sistem pajak baru (Core Tax) yang sukses mengeliminasi praktik penyelundupan dan pencatatan rendah (under invoicing) komoditas ekspor.
Editor : Aditya Novrian