Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Update! 9 WNI Anggota Global Sumud Flotilla 2.0 Telah Tiba di Indonesia

Fitri Cahya Dwi Anggriani • Senin, 25 Mei 2026 | 00:00 WIB
Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono saat menyambut kedatangan 9 WNI anggota Global Sumud Flotilla 2.0 di Bandara Soekarno-Hatta, pada Minggu (24/5). (Sumber: Istimewa).
Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono saat menyambut kedatangan 9 WNI anggota Global Sumud Flotilla 2.0 di Bandara Soekarno-Hatta, pada Minggu (24/5). (Sumber: Istimewa).

JAKARTA, RADAR MALANG – Setelah penantian, akhirnya 9 Warga Negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 tiba di Indonesia pada Minggu (24/5). Mereka mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten, pukul 16.25 WIB.

Kedatangan 9 WNI tersebut disambut oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono, Koordinator Global Peace Convoy, hingga kerabat dengan membawa spanduk bertuliskan “Selamat datang pejuang kemanusiaan” dan bendera Palestina.

Sembilan WNI tersebut terlihat mengenakan keffiyeh atau syal khas Palestina saat tiba di Bandara.

Baca Juga: Sempat Alami Kekerasan fisik, 9 WNI Anggota Misi GSF 2.0 Berhasil Dievakuasi ke Turki

Sugiono mengatakan, pemerintah terus melakukan koordinasi dan negosiasi pembebasan 9 WNI yang sebelumnya dicegat dan ditahan oleh pasukan militer Israel pada 18 Mei 2026. Kini, para WNI tersebut berhasil dipulangkan dan tiba di tanah air dalam kondisi sehat.

“Pada sore hari ini, dengan penuh rasa syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, kita menyambut kembali kedatangan saudara-saudara kita yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla 2.0,” kata Sugiono di Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (24/5).

Menurutnya, kesuksesan proses pembebasan hingga pemulangan 9 WNI tersebut tak terlepas dari adanya upaya diplomasi yang dilakukan pemerintah Indonesia.

Baca Juga: Update: Menlu Konfirmasi 9 WNI yang Ditahan Israel Akhirnya Dibebaskan

Menlu Sugiono berterima kasih kepada pemerintah Turki yang turut memfasilitasi pesawat kepulangan para relawan GSF 2.0, termasuk 9 WNI.

Sebelumnya, Duta Besar Turki, Talip Kucukcan mengatakan telah mengirimkan tiga pesawat Turkish Airlines untuk kepulangan anggota misi Global Sumud Flotilla 2.0 dengan aman.

Sebagai informasi, 9 WNI anggota misi GSF 2.0 sempat dicegat oleh pasukan militer Israel di Perairan Siprus, Mediterania Timur, pada Senin (18/5). Sembilan WNI tersebut diketahui merupakan aktivis dan jurnalis.

Baca Juga: Pemerintah Umumkan 9 WNI Telah Bebas dari Penahanan di Israel dan Segera Dipulangkan

Mereka sempat ditahan dan mendapatkan kekerasan fisik di Pelabuhan Ashdod dan detensi imigrasi Israel.

Setibanya di Indonesia, salah satu relawan GSF 2.0, Rahendro Herubowo, mengungkapkan tindakan keji pasukan militer Israel kepada para WNI saat dalam kondisi ditahan.

Ia mengatakan, selama penculikan, ia mengalami tindakan-tindakan kekerasan fisik, mulai dari dipukul, ditendang, hingga disetrum. Ia juga menyebut bahwa pasukan militer Israel menyiapkan ruangan khusus untuk melakukan kekerasan terhadap para relawan.

“Selama tiga hari kita dibawa ke dalam tahanan kapal, dua hari tiga malam kita mengalami beberapa penyiksaan, ada physical treatment juga. Kita mengalami tekanan ya di situ. Setiap mereka melakukan sesuatu, mereka melempari kita dengan granat kejut yang cukup keras,” ungkap Rahendro.

Kesaksian lainnya disampaika oleh Herman Budianto yang menjelaskan bahwa tentara IDF melakukan kekerasan fisik secara brutal dan keji kepada anggota GSF 2.0.

Editor : Aditya Novrian
#Global Sumud Flotilla #9 wni #Israel