JAKARTA, RADAR MALANG – Presiden RI Prabowo Subianto melantik Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh pada Senin (8/6). Pelantikan tersebut berdasarkan Surat Keputusan (SK) Presiden Nomor 56/P Tahun 2026.
Penunjukan Said untuk menempati posisi tersebut berdasarkan rekam jejak yang sudah dijalaninya dalam memperjuangkan isu-isu buruh. Hal itu disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Menseneg) Prasetyo Hadi ketika di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.
"Rekam jejak Saudara Said Iqbal selama ini memang berkecimpung atau memperjuangkan mengenai ketenagakerjaan, terutama terkait isu-isu perburuhan," kata Prasetyo, Senin (8/6).
Baca Juga: Di Malang, Operasi Patuh Semeru Batal Digelar Hari Ini
Latar Belakang Pendidikan
Said lahir di Jakarta pada 5 Juli 1968. Ia menempuh pendidikan D3 Teknik Mesin di Politeknik Universitas Indonesia dan lulus pada tahun 1991. Pada tahun 1996, ia meraih gelar Sarjana Teknik Mesin di Universitas Jayabaya. Said juga berhasil menyelesaikan pendidikan Magister Ekonomi di Universitas Indonesia pada 2005.
Perjalanan di Dunia Perburuhan
Ia memulai karirnya setelah lulus D3 sebagai pekerja di perusahaan elektronik di Kabupaten Bekasi sejak 1992. Di sana, ia aktif dalam serikat pekerja di internal perusahaan dan memimpin organisasi tersebut. Ia terus bekerja di tempat pertamanya hingga tahun 1999.
Baca Juga: Hengkang dari Arema FC, Aswin Siap Cari Menit Bermain di Klub Baru
Setelah Reformasi 1998, Said bersama sejumlah aktivis buruh mendirikan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI). Di sana, ia menjabat Sekretaris Jenderal hingga kemudian dipercaya menjadi Presiden FSPMI pada 2003 selama lima periode hingga 2031 mendatang.
Setahun setelah menjabat Presiden FSPMI, Said mulai aktif di berbagai lembaga ketenagakerjaan, yaitu Dewan Pengupahan Nasional dan Lembaga Kerja Sama Tripartit. Pada 2012, Said mendirikan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan menjabat sebagai Presiden hingga saat ini. Di bawah KSPI, namanya semakin dikenal sebagai wajah berbagai aksi buruh nasional.
Baca Juga: Dolar Tembus Rp 18.176, Transaksi Money Changer di Kota Malang Mulai Lesu
Di bidang politik, Said Iqbal bersama sejumlah pihak serikat pekerja mendirikan Partai Buruh pada 5 Oktober 2021.
Prestasi Internasional
Selain di tingkat nasional, Said juga aktif di berbagai forum ketenagakerjaan internasional. Pada 2016, ia menjabat Wakil Presiden ASEAN Trade Union Council (ATUC), dan sejak 2017 menjadi anggota Konfederasi Serikat Pekerja Internasional (ITUC). Ia juga tercatat sebagai delegasi Indonesia dalam Konferensi Organisasi Perburuhan Internasional (ILO).
Baca Juga: 11.891 Relawan SPPG di Kabupaten Malang Bakal Didaftarkan BPJS Kesehatan
Pada 2013, Said menerima penghargaan internasional The Febe Elisabeth Velasquez Award dari serikat pekerja Belanda, FNV.
Said menegaskan, posisi barunya di dalam pemerintahan tidak akan mengurangi perjuangan dan daya kritis kelompok buruh. Sebagai penasehat khusus Presiden, ia akan memberikan masukan mengenai hak-hak buruh dan rakyat kecil secara langsung kepada Prabowo.
Editor : Aditya Novrian