JAKARTA, RADAR MALANG – Nama Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol) Lalu Muhammad Iwan Mahardan menjadi sorotan banyak pihak setelah ditetapkan Kejaksaan Agung (Kejagung) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selama bertugas di Badan Gizi Nasional (BGN), Lalu telah menduduki dua jabatan. Tercatat, hingga Maret 2025, ia menjabat sebagai Kepala Biro Hukum dan Humas BGN. Setelah itu hingga ditetapkan menjadi tersangka, ia mengisi posisi Sekretaris Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN.
Pemberitaan mengenai Lalu tak lepas dari latar belakangnya sebelum terjun ke pengelolaan MBG. Perjalanannya hingga meraih jabatan tinggi kepolisian ternyata diraih dalam puluhan tahun berkiprah di lembaga tersebut.
Baca Juga: Kasus Korupsi MBG Libatkan Brigjen Polri hingga Kolonel TNI, Ini Perannya
Jalan Panjang Meniti Karier di Kepolisian
Lalu merupakan lulusan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) tahun 1994. Ia memulai perjalanan kariernya di Korps Brimob dan ditugaskan di Kalimantan Barat. Setelah itu, ia melanjutkan tugasnya dengan mengisi berbagai jabatan strategis di Polda Bengkulu dan Polda Metro Jaya.
Sejumlah posisi di kewilayahan yang pernah diisinya antara lain Kapolsek Metro Jagakarsa, Kapolsek Metro Kelapa Gading, Kapolsek Metro Penjaringan, Kapolsek Metro Setiabudi, hingga Kapolres Dharmasraya di Polda Sumatera Barat.
Selain itu, pria kelahiran Nusa Tenggara Barat (NTB), 22 Januari 1972 itu juga menjalani karier di daerah asalnya. Di Polda NTB, ia pernah menjadi Auditor Madya TK III pada Inspektorat Pengawasan Daerah (Itwasda). Pada tahun 2023, ia juga dipercaya sebagai Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Bidang Humas Polda NTB.
Baca Juga: Arema FC Lengkapi Tim Pelatih dengan Rekrut Analis Performa Asal Brasil Matheus Lacerda
Berbagai jabatan di tingkat Mabes Polri juga pernah ia isi. Salah satunya adalah menjadi staf pengajar di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri. Selain itu, ia juga sempat bertugas di Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Polri sebagai Perwira Menengah.
Berbagai penugasan berskala nasional dan internasional juga pernah ia emban. Di antaranya ialah menjadi liaison officer (LO) ASEAN Games 2018, LO Polri untuk KPU RI, serta turut dalam pengamanan Pemilu Jepang 2019.
Berbagai penghargaan pun telah Lalu raih selama berdinas di kepolisian. Sejumlah tanda jasa diterimanya, di antaranya adalah Satyalancana Kesetiaan 8 Tahun, 16 Tahun, 24 Tahun, serta Satyalancana Seroja.
Baca Juga: DPRD Kota Malang: Anggaran untuk Perawatan Taman Bakal Ditambah
Perjalanan panjang membawanya ke pangkat brigadir jenderal polisi pada Januari 2026 lalu. Sayangnya, kenaikan karier yang didapat setelah puluhan tahun bertugas itu harus ditukarnya dengan status tersangka di kasus korupsi MBG.
Hingga 20 hari ke depan, Lalu harus mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Ia disangkakan Pasal 12 huruf a, huruf b, dan huruf e Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto KUHP.
Berdasarkan penyidikan Kejagung, perannya dalam perkara ini ialah dengan mendirikan perusahaan yang menjadi sarana penjualan alat berupa ompreng kepada calon mitra SPPG di tahun 2025. Harga ompreng tersebut sudah ditentukan Lalu yang memasukkan fee di dalamnya sebagai imbalan atas pemasokan ompreng ke calon-calon mitra tersebut.
Editor : Aditya Novrian