Korban merupakan warga Kabupaten Bandung. Peristiwa tersebut pertama kali diketahui setelah teknisi dan petugas keamanan gedung menemukan korban pada Minggu pagi sekitar pukul 06.30 WIB, kemudian melaporkannya kepada pihak kepolisian.
Kapolsek Regol Kompol Megawati Triyani mengatakan personel piket bersama tim Inafis segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Berdasarkan pemeriksaan awal, polisi menduga korban meninggal akibat bunuh diri. Namun, penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan seluruh fakta yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Di lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang milik korban, di antaranya telepon genggam, sandal, kartu tanda penduduk (KTP), serta sepucuk surat tulisan tangan yang berisi permintaan maaf kepada keluarga.
Baca Juga: Wali Kota Malang Wahyu Hidayat Bongkar Penyebab Membengkaknya SiLPA hingga Ratusan Miliar Rupiah
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Sartika Asih untuk menjalani proses identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut.
Hingga berita ini ditulis, kepolisian belum mengungkap isi surat maupun motif yang diduga melatarbelakangi peristiwa tersebut. Polisi juga masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak sebagai bagian dari proses penyelidikan.
Kabar meninggalnya Kepala SPPG itu sempat beredar luas di media sosial sebelum akhirnya dikonfirmasi oleh pihak kepolisian dan sejumlah media nasional. Kasus tersebut kini masih ditangani Polsek Regol bersama jajaran kepolisian terkait.
Program Makan Bergizi Gratis sendiri merupakan salah satu program pemerintah yang dijalankan melalui jaringan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah untuk menyediakan makanan bergizi bagi para penerima manfaat.
Baca Juga: Diduga Hendak Bunuh Diri, Remaja di Klojen Malang Berhasil Diselamatkan
Editor : Aditya NovrianSumber : dikelola dari beberapa sumber