Tegaskan Presiden untuk Seluruh Rakyat dan Kritik Neoliberalisme
Dalam pidatonya, Prabowo menekankan bahwa pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih akan dilakukan secara merata di seluruh Indonesia tanpa membedakan latar belakang politik suatu daerah. Menurutnya, program tersebut tidak hanya ditujukan bagi wilayah yang menjadi basis pendukungnya atau Partai Gerindra, tetapi untuk seluruh masyarakat Indonesia.
Ia menegaskan bahwa dirinya menjabat sebagai kepala negara bagi seluruh rakyat, bukan hanya bagi kelompok politik tertentu.
"Saya bukan presidennya Gerindra, saya bukan presidennya siapa-siapa, saya presidennya rakyat Indonesia semuanya," ujar Prabowo di hadapan para peserta peringatan Hari Koperasi Nasional.
Pada kesempatan yang sama, Prabowo juga melontarkan kritik terhadap paham ekonomi neoliberal yang menurutnya telah memengaruhi arah pembangunan Indonesia selama puluhan tahun. Ia secara khusus menyinggung konsep trickle-down effect, yakni teori ekonomi yang menyatakan bahwa kesejahteraan kelompok ekonomi atas pada akhirnya akan mengalir kepada masyarakat di lapisan bawah.
Prabowo mengaku tidak pernah meyakini teori tersebut. Di hadapan hadirin, ia bahkan sempat bertanya apakah konsep itu benar-benar terbukti dalam praktik. Menurutnya, pengalaman Indonesia selama sekitar tiga dekade menunjukkan bahwa pendekatan tersebut tidak menghasilkan pemerataan kesejahteraan sebagaimana dijanjikan.
Ia juga menilai arah pembangunan ekonomi Indonesia selama ini terlalu dipengaruhi pemikiran neoliberal yang, menurutnya, tidak sepenuhnya sejalan dengan amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Prabowo mengatakan sejak lama dirinya telah mengingatkan mengenai hal tersebut.
Dalam pidatonya, Prabowo juga menyebut sebagian elite Indonesia pada masa lalu terlalu terpesona oleh pandangan bahwa sistem ekonomi Barat merupakan model terbaik. Namun, menurutnya, perkembangan selama puluhan tahun menunjukkan hasil yang berbeda dari harapan.
Ajak Hormati Demokrasi dan Singgung Penghapusan Utang Petani
Selain membahas ekonomi, Prabowo menyampaikan pesan kepada pihak-pihak yang memiliki pandangan berbeda terhadap kebijakan pemerintah. Ia meminta kritik tetap disampaikan secara konstruktif dan tidak hanya diwarnai sikap sinis atau sekadar "nyinyir".
Menurutnya, pemerintah terbuka terhadap kritik karena kritik merupakan bagian dari mekanisme koreksi dalam sistem demokrasi. Namun, ia mengajak masyarakat untuk terlebih dahulu melihat pelaksanaan program pemerintah secara objektif sebelum memberikan penilaian.
Prabowo juga menyinggung pentingnya kedewasaan dalam berdemokrasi. Ia mengatakan bahwa pihak yang kalah dalam pemilu seharusnya dapat menerima hasil pemilihan dan tidak menghasut tindakan yang berujung pada aksi anarkis.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengaitkan pernyataannya dengan pengalaman pribadinya saat beberapa kali mengikuti pemilihan presiden. Ia mengaku pernah mengalami kekalahan dalam kontestasi politik, namun tidak pernah meminta para pendukungnya melakukan demonstrasi ataupun tindakan yang mengganggu ketertiban umum. Sebaliknya, ia menyebut selalu hadir memberikan ucapan selamat kepada presiden terpilih sebagai bentuk penghormatan terhadap proses demokrasi.
Di luar pembahasan mengenai koperasi, Prabowo turut menyinggung kebijakan pemerintah terkait penghapusan utang petani. Ia mengatakan kebijakan tersebut lahir setelah menerima berbagai laporan mengenai kondisi petani yang tetap kesulitan secara ekonomi meskipun hasil produksi pertanian meningkat.
Menurut Prabowo, banyak petani masih terjebak utang kepada rentenir dengan bunga yang tinggi. Situasi tersebut membuat tambahan pendapatan yang diperoleh dari peningkatan hasil panen tidak sepenuhnya dapat dinikmati karena habis untuk membayar kewajiban utang.
Ia menilai praktik pinjaman berbunga tinggi tersebut telah membebani kehidupan petani dalam jangka panjang dan menghambat peningkatan kesejahteraan mereka. Karena itu, pemerintah memandang perlu menghadirkan kebijakan yang dapat membantu petani keluar dari jeratan utang sekaligus memperkuat sektor pertanian nasional.
Melalui rangkaian pernyataan tersebut, pidato Prabowo dalam peringatan Hari Koperasi Nasional tidak hanya berisi agenda penguatan koperasi, tetapi juga memuat pandangan mengenai arah kebijakan ekonomi, praktik demokrasi, serta upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Editor : Aditya NovrianSumber : dikelola dari beberapa sumber