Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

LRT Jakarta Fase 1B Ditargetkan Beroperasi Agustus 2026, Hubungkan Velodrome hingga Manggarai

Hanif Pratama • Kamis, 16 Juli 2026 | 14:00 WIB
mm
Uji coba rangkaian LRT Jakarta melintasi jalur Fase 1B menuju Manggarai sebagai bagian dari persiapan operasional yang ditargetkan dimulai pada Agustus 2026 (Sumber: Dokumentasi Hanif Pratama/Radar Malang)
JAKARTA, RADAR MALANG – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai mulai beroperasi pada Agustus 2026. Kehadiran jalur baru ini diharapkan memperkuat konektivitas transportasi publik sekaligus mengurangi kemacetan menuju pusat ibu kota.

Target tersebut disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung usai menjajal lintasan LRT Jakarta dari Stasiun Pegangsaan Dua hingga Stasiun Kayu Manis bersama Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Iwan Takwin, Selasa (14/7/2026).

Progres Pembangunan Capai 95 Persen

Pramono mengatakan progres pembangunan proyek telah mencapai 95 persen dan optimistis dapat diresmikan Presiden pada Agustus mendatang.

"Sekarang ini progresnya sudah 95 persen dan kita mengharapkan pada bulan Agustus bisa diresmikan oleh Bapak Presiden," ujar Pramono di Stasiun LRT Rawamangun.

Seluruh pekerjaan pengangkatan girder, termasuk pemasangan girder terakhir di atas jalur Double-Double Track (DDT) Manggarai, telah rampung 100 persen. Saat ini pengerjaan difokuskan pada penyelesaian jalur rel dari Matraman menuju Manggarai yang ditargetkan selesai pada akhir Juli 2026.

Pengujian berkala juga terus dilakukan pada lintasan sepanjang 3,6 kilometer dari Stasiun Velodrome hingga Kayu Manis. Sementara itu, Jakpro masih berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan untuk melaksanakan pengujian menyeluruh sebelum jalur dioperasikan.

Di Stasiun Rawamangun, berbagai fasilitas penunjang juga telah tersedia, mulai dari bangunan utama, skybridge, lift, eskalator, tangga, jalur pemandu bagi penyandang disabilitas netra, sistem pencahayaan, hingga kamera pengawas (CCTV).

Baca Juga: Sambut Hari Anak Nasional, Netflix Gelar Festival Keluarga Perdana di Jakarta

Hubungkan Utara Jakarta dengan Pusat Kota

Setelah Fase 1B beroperasi, panjang lintasan LRT Jakarta akan mencapai sekitar 12,2 kilometer dari Pegangsaan Dua hingga Manggarai. Jalur tersebut akan melintasi 11 stasiun, yaitu Pegangsaan Dua, Boulevard Utara Summarecon Mall, Boulevard Selatan, Pulomas, Equestrian, Velodrome, Rawamangun, Pramuka, Kayu Manis, Matraman, dan Manggarai.

Waktu tempuh perjalanan diperkirakan sekitar 28 menit dari ujung ke ujung.

Pramono menilai kehadiran jalur baru ini menjadi solusi atas persoalan kemacetan yang selama ini dialami masyarakat, khususnya perjalanan dari wilayah utara menuju pusat Jakarta.

Menurutnya, proyek tersebut bukan hanya memperluas jaringan transportasi umum, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mengubah wajah transportasi ibu kota melalui sistem yang lebih terintegrasi.

Terintegrasi dengan Moda Lain

Seluruh stasiun pada koridor baru akan terhubung dengan layanan Transjakarta. Sementara Stasiun Manggarai sebagai stasiun akhir akan terintegrasi langsung dengan KRL Commuter Line dan Kereta Api Bandara.

Integrasi tersebut juga didukung pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD) di sekitar stasiun sehingga memudahkan masyarakat berpindah moda transportasi.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memproyeksikan jalur ini mampu melayani hingga 80 ribu penumpang setiap hari dan menjadi alternatif transportasi bagi masyarakat yang selama ini bergantung pada kendaraan pribadi.

Baca Juga: Guns N' Roses Siap Guncang Jakarta pada 21 November 2026

Tarif Masih Dikaji

Pembangunan koridor Pegangsaan Dua-Manggarai menelan investasi sekitar Rp11,5 hingga Rp12,5 triliun. Anggaran tersebut mencakup pembangunan jalur rel, stasiun, prasarana, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.

Proyek ini sepenuhnya dikelola Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui PT Jakarta Propertindo (Jakpro) tanpa melibatkan pihak swasta dalam pengoperasiannya.

Terkait tarif, Pramono mengatakan pemerintah masih melakukan perhitungan. Tarif datar Rp5.000 yang berlaku saat ini dinilai perlu disesuaikan setelah lintasan diperpanjang hingga Manggarai.

Ia meminta skema perhitungan tarif MRT Jakarta dijadikan salah satu referensi dalam penyusunan tarif baru LRT Jakarta, meski besarannya dipastikan akan berbeda. Dinas Perhubungan DKI Jakarta juga tengah menyiapkan skema tarif yang terintegrasi dengan moda transportasi lain.

Setelah Fase 1B selesai, Pemprov DKI Jakarta berencana melanjutkan pembangunan LRT Jakarta Fase 1C yang menghubungkan Manggarai dengan Dukuh Atas sepanjang sekitar dua kilometer. Pembangunan tahap lanjutan tersebut ditargetkan dimulai pada awal 2027 guna memperluas jaringan transportasi massal di ibu kota.

Editor : Aditya Novrian
Sumber : dikelola dari beberapa sumber
transportasi publik pramono anung lrt jakarta