MALANG, RADAR MALANG – Gempa berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58 WIB pagi ini. Gempa berkekuatan besar ini menimbulkan tsunami kecil setinggi 0,36 meter hingga 0,96 meter di beberapa kabupaten di NTT.
Gempa yang terjadi di provinsi NTT ini menimbulkan kerusakan besar pada sejumlah bangunan tinggi. Bangunan yang runtuh akibat gempa besar ini antara lain adalah kantor Bupati Manggarai di Ruteng, bank, gedung universitas, hingga Rumah Sakit Daerah (RSUD) Ben Mboi Kabupaten Ruteng.
Salah seorang masyarakat Kabupaten Ruteng menyampaikan bahwa RSUD Ben Mboi menjadi salah satu bangunan yang terdampak paling parah atas terjadinya gempa besar hari ini.
Baca Juga: Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Enggano Bengkulu, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
“RSUD yang paling parah. Gedung Kampus Universitas Katolik St Paulus juga,” ungkap Marten Dhae pada Sabtu (15/8/2026). Dilansir dari JPNN.
Runtuhnya gedung-gedung tinggi tersebut tentu membahayakan keamanan masyarakat yang berada baik di dalam bangunan maupun di sekitar bangunan. Diketahui, saat ini terdapat korban dari robohnya bangunan RSUD tersebut. Korban tersebut merupakan seorang ibu hamil yang sedang dirawat di rumah sakit.
”Tertimpa tembok yang runtuh.” tambah Marten.
Hingga saat ini, Pemerintah Kecamatan Lemba Leda Utara Kabupaten Manggarai Timur mencatat bahwa tedapat 6 orang yang tewas akibat gempa berkekuatan tinggi ini. Camat Lemba Leda Utara, Agustinus Supratman mengungkapkan bahwa masih terdapat beberapa korban yang terjebak karena tertimpa reruntuhan bangunan.
"Untuk sementara yang sudah pasti itu 6 orang meninggal, ini berdasarkan hasil konfirmasi langsung dengan para kepala desa," ucap Agustinus.
Editor : Aditya NovrianSumber : Diolah dari beberapa sumber