Korban Gempa NTT: Telanjang Kaki, Tetap Khidmat Laksanakan Upacara Kemerdekaan RI di Pengungsian

A. Nugroho • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 10:00 WIB
KHIDMAT: Upacara bendera Kemerdekaan RI di Lapangan Berdikari Danga, Nagekeo, Senin (17/8).
KHIDMAT: Upacara bendera Kemerdekaan RI di Lapangan Berdikari Danga, Nagekeo, Senin (17/8). Muksin Kota for Radar Malang

NAGEKEO, RADAR MALANG - Meski dilanda trauma dan dalam kondisi serba kekurangan pasca gempa, warga Nagekeo, NTT tetap menggelar upacara peringatan Hari Kemerdekaan RI, pagi ini (17/8). 

Dipimpin langsung Kapolres Nagekeo AKBP Rachmat Muchamad Salihi, upacara yang digelar di Lapangan Berdikari Danga, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, NTT berlangsung khidmat. 


Termasuk ratusan warga yang berada di tenda-tenda pengungsian. Mereka juga menjadi peserta upacara meski dengan baju seadanya dan beberapa ada yang bertelanjang kaki. 

Saat lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang, semua mengambil sikap hormat bendera. Sang Merah Putih yang dikibarkan dengan gagah.
 "...Indonesia Raya, Merdeka, Merdeka! Hiduplah Indonesia Raya." 

Menurut Muksin Kota, salah satu warga, bagaimana pun juga meski terjadi bencana, hari Kemerdekaan RI tetap harus diperingati sebagai peristiwa bersejarah. "Ini hari di mana Indonesia merdeka," ujarnya.

Untuk diketahui, warga Nagekeo, NTT dikejutkan dengan gempa bermagnitudo (M) 7,7 yang mengguncang wilayahnya. Berpusat di Laut Flores, gempa tektonik itu sempat memicu kepanikan. Tak hanya getarannya yang membuat sejumlah bangunan roboh, tetapi juga potensi adanya tsunami. Warga yang ketakutan berlarian dan memilih bermukim di pengungsian.

Hingga Senin pagi ini (17/8), warga masih berada di tenda-tenda pengungsian karena gempa masih terus dirasakan. Sejumlah bantuan air bersih, makanan, hingga, selimut sangat dibutuhkan warga. (*)

Editor : A. Nugroho
Sumber : Radar Malang
nagekeo kemerdekaan NTT upacara Gempa