BANDA ACEH, RADAR MALANG – Rangkaian acara doa tolak bala dan zikir akbar dalam rangka memperingati 21 tahun Hari Damai Aceh (HDA) di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, berakhir ricuh pada Sabtu (15/8/2026). Suasana yang awalnya berlangsung khidmat berubah tegang saat sejumlah massa mulai mengibarkan bendera Bulan Bintang serta bendera putih di area kompleks masjid.
Kericuhan dipicu oleh aksi penurunan bendera Merah Putih di pekarangan masjid untuk digantikan dengan bendera berlatar merah dengan garis hitam tersebut. Aparat TNI dan Polri yang berjaga segera mengambil tindakan persuasif serta melarang pengibaran bendera Bulan Bintang demi menjaga ketertiban. Namun, situasi memanas ketika massa merespons dengan melemparkan batu dan benda keras ke arah barikade petugas.
Guna membubarkan massa, aparat keamanan sempat melepaskan beberapa kali tembakan peringatan ke udara dan gas air mata. Bentrokan ini mengakibatkan kerusakan pada sejumlah fasilitas publik dan kendaraan di sekitar lokasi, termasuk pembakaran satu unit sepeda motor dinas TNI. Lima orang sempat diamankan oleh petugas sebelum akhirnya dilepaskan kembali.
Tidak berhenti di area masjid, massa yang didominasi anak muda berusia di bawah 30 tahun bergerak menuju Pendopo Gubernur Aceh sekitar pukul 14.30 WIB. Di sana, mereka kembali menurunkan bendera Merah Putih, mengibarkan bendera Bulan Bintang, serta mencopot dan menginjak-injak lambang negara Burung Garuda.
Merespons dinamika tersebut, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh menggelar rapat di Kantor Gubernur Aceh pada Minggu (16/8/2026) yang dipimpin oleh Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah. Berdasarkan laporan intelijen dari Kepala BIN Daerah Aceh, Brigjen TNI Andrie Patriko Mulia, terdapat indikasi kuat bahwa kerusuhan ini digerakkan oleh pihak tertentu (di-drive) dengan memanfaatkan anak-anak di bawah umur.
Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, mengungkapkan adanya gelagat tidak lazim dari sekelompok pemuda di lingkungan masjid yang menghindar saat diajak melaksanakan salat oleh Kabinda dan Kapolda Aceh, Irjen Ruddi Setiawan. Kendati sempat mencekam, situasi di Kota Banda Aceh kini dipastikan telah kembali aman dan kondusif.
Editor : Aditya Novrian Sumber : Dikutip dari berbagai sumber