Akun Twitter bernama Joel Picard dengan username @sociotalker membagikan sebuah cuitan beserta tangkapan layar berisi jurnal yang ditulis oleh Megawati. Jurnal tersebut berjudul ‘Kepemimpinan Presiden Megawati pada Era Krisis Multidimensi, 2001-2004’. Jurnal tersebut ditulis oleh Diah Permata Megawati Soekarnoputri.
"Cara puji diri sendiri dengan cara ilmiah," tulis akun @sociotalker.
Dalam tangkapan layar tersebut, Joel pun menggaris bawahi beberapa kalimat yang dinilai memuji diri sendiri. Seperti “Yang tidak lain adalah Presiden Republik Indonesia kelima Megawati Soekarnoputri”.
Ada pula kalimat “Walaupun dalam masa pemerintahan yang relatif singkat, kepemimpinan Presiden Megawati Soekarnoputri berhasil mengatasi sebagian besair krisis multidimensi.”
“Mengeksplisitkan aspek-aspek yang melatarbelakangi pengambilan keputusan strategis pada era 2001-2004, yang diharapkan bisa berguna bagi perkembangan ilmu pengetahuan.”
"Yang mau kutip papernya, monggo dicek di google scholar. kebetulan sitasinya masih 0. cara ngutip tersedia dlm berbagai format. mari kita bantu agar h-index blio segera melejit," lanjut @sociotalker.
Cuitan ini pun mengundang reaksi dan interaksi hingga belasan ribu. Tak sedikit warga Twitter yang ikut menanggapi cuitan tersebut dengan sejumlah pertanyaan dan juga opini pribadi.
“Ini gimana? Emang bisa dan diperbolehkan ya meneliti diri sendiri?” tulis akun @Mayya (8/6) dalam akun twitter pribadinya sebagai tanggapan terhadap cuitan milik Joel.
Banyak warga twitter yang menilai bahwa Megawati terlalu menerapkan konsep ‘self-love’ dan berujung narsis.
“Belum pernah lihat karya tulis Megawati sebelumnya, pas lihat eh tentang dirinya sendiri,” tulis akun @yohadottir.
"Pembahasannya komprehensif, referensi yang disitasi juga aktual, metodologinya juga bagus dengan data yang akurat, satu kata "monumental". Bismillah komisaris," sindir akun @langkahbaru.
Penulis: Kania Azzahranisa Basuki Editor : Shuvia Rahma