Kecelakaan terjadi sekitar pukul 08.00 WIB saat mobil putih itu melintas di kompleks perumahan. Diketahui kendaraan itu ditumpangi pasangan suami istri (pasutri) dan seorang anaknya yang masih SD. Kabarnya, yang mengemudikan Ayla itu adalah sang istri. ‘’Belajar mengemudi,’’ kata Sunari, salah seorang sekuriti perumahan.
Sang istri duduk di belakang kemudi. Suami berada di sisi sampingnya. Lalu, si anak laki-laki kelas III SD itu duduk di jok belakang. ‘’Tiba-tiba mobil meluncur kencang ke arah kanan. Lalu, masuk selokan dan berhenti. Mungkin karena masih mengemudi, injak rem keliru injak pedal gas. Jadi, mobil tidak terkendali,’’ ujarnya.
Bagian depan mobil itupun nyungsep. Oleh warga, tiga orang yang terjebak di dalam mobil lantas dikeluarkan satu per satu dari jendela belakang sisi kiri. Pertama anaknya lebih dulu. Kemudian sang suami dan istri. Saat mengeluarkan keluarga asal Giri, Kecamatan Kebomas, itu warga sangat hati-hati. Jika tidak, bisa-bisa bodi mobil akan terperosok semuanya ke dalam selokan. ‘’Alhamdulillah, pasutri dan anaknya, selamat. Kalaupun luka, terlihat luka ringan sekali. Mungkin hanya syok. Kaget,’’ ungkapnya.
Pemandangan mobil nyungsep itu menarik perhatian banyak pengguna jalan. Banyak yang menyempatkan berhenti sesaat untuk mengambil gambar. Bahkan, yang mengherankan, beberapa warga menggunakan view mobil kecelakaan itu untuk selfie. Mereka pun diobrak oleh sekuriti.
Akses jalan di perumahan PPS 2 itu memang kerap menjadi pilihan untuk belajar mengemudi mobil. Maklum, kawasan itu masih terbilang sepi. Akses jalan utama sangat lebar. Sebetulnya, pihak pengembang sudah melarang. Di sejumlah sudut jalan terpasang baliho larangan belajar mengemudi di kawasan tersebut. Sebab, bisa membahayakan pengemudi maupun pengguna jalan. Namun, tetap saja ada yang nekat. Bahkan, warga yang berasal dari luar kecamatan.
Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto menyatakan, warga yang berlatih mobil mesti menggunakan jasa kursus mengemudi lebih dulu. Dengan demikian, mendapat bekal pengetahuan seputar mobil sebelum praktik dan ada instruktur yang mendampingi. Selain itu, kendaraan untuk latihan itu sudah dikondisikan lebih aman. Misalnya, ada rem dobel dan sejenisnya.
‘’Kalau nekat belajar sendiri, sangat rentan. Bukan hanya membahayakan diri sendiri, melainkan juga orang lain. Apalagi belum mahir, tanpa pendampingan langsung ke jalan raya. Sangat bahaya,’’ kata Arief.
Yang lebih penting lagi, lanjut dia, jangan berkendara sebelum memiliki surat izin mengemudi (SIM). ‘’Untuk mendapatkan SIM itu, di Polres Gresik juga sudah ada coaching clinic,’’ pungkasnya.
Sumber: JawaPos.com
Editor : Ahmad Yani