SURABAYA - BMKG Maritim Tanjung Perak mengeluarkan peringatan potensi banjir rob di pesisir utara.
Kondisi itu diperkirakan bisa berlangsung sepekan mendatang.
Masyarakat diimbau agar lebih waspada.
Koordinator Prakirawan BMKG Maritim Tanjung Perak Ady Hermanto menjelaskan, fenomena itu terjadi karena pengaruh gerak bulan.
Diperkirakan potensi banjir rob bisa berlangsung dari tanggal 1 sampai 7 November.
’’Fase gerak bulan mengakibatkan pasang air laut mencapai maksimum,’’ katanya kemarin (31/10).
Ady menjelaskan, ketinggian pasang air laut diperkirakan mencapai 130 sampai 140 sentimeter dari kondisi normal.
Imbasnya air bisa meluber ke daratan.
’’Ketinggian banjir rob antara 20 sampai 30 sentimeter tergantung lokasi terdampak,’’ jelasnya.
Hal tersebut akan berlangsung pada malam.
Dia menyebut durasinya tidak terlalu lama.
Ady menambahkan, ketinggian pasang maksimum tidak akan berdampak serius ke aktivitas nelayan.
Menurut dia, pengaruhnya lebih ke proses bongkar muat di pelabuhan.
Sebab, permukaan air dipastikan bakal lebih tinggi dari biasanya.
’’Harus lebih hati-hati lagi untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan,’’ paparnya. (edi/ai/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana