RADAR MALANG - Umat Katolik Surabaya akan memiliki sosok pemimpin baru.
Setelah setahun lebih mengalami kekosongan kekuasaan, Keuskupan Surabaya akan dipimpin oleh RD Agustinus Tri Budi Utomo.
Ia akan menggantikan posisi Mgr. Vincentius Sutikno Wisaksono, Uskup Surabaya sebelumnya yang meninggal dunia karena sakit pada 10 Agustus 2023 lalu.
Hal tersebut dikonfirmasi Administrator Keuskupan Surabaya, RD Yosef Eko Budi Susilo, dalam misa syukur yang dirayakan di Gereja Hati Kudus Yesus, Katedral Surabaya, Selasa (29/10) lalu.
Romo Didik, sapaan akrab RD Agustinus Tri Budi Utomo, dipilih langsung oleh Paus Fransiskus untuk menjadi gembala baru umat Katolik Surabaya.
Dilansir dari ANTARA, sebelum surat dari Duta Besar Vatikan mewakili Paus Fransiskus itu dibacakan Romo Eko, pengangkatan ini sudah diumumkan terlebih dahulu di Roma.
Romo Didik pun memohon bantuan doa kepada seluruh umat Keuskupan Surabaya.
Pasalnya, menjadi seorang uskup memiliki tanggung jawab yang cukup besar.
"Saya ucapkan terima kasih atas doa dan dukungan Anda semua. Saya selalu memohon doa Anda bagi saya yang rapuh dan berdosa ini," ujar Romo Didik.
"Saya berani menerima (panggilan ini) karena saya dicintai-Nya dan saya tidak sendiri," tambahnya.
Terpilihnya Romo Didik sebagai Uskup baru Surabaya ini disambut gembira oleh masyarakat Surabaya dan Jawa Timur.
Tak hanya umat Katolik, masyarakat lintas agama dan etnis juga merasakan hal yang sama.
Dilansir dari VOA Indonesia, Romo Didik dinilai memiliki semangat yang kuat untuk memperjuangkan isu-isu kemanusiaan melalui gerakan lintas agama dan etnis.
Lebih lanjut, Romo Didik akan resmi ditahbis paling lama tiga bulan setelah dipilih oleh Paus Fransiskus.
Artinya, pentahbisan akan berlangsung sekitar Desember 2024 atau Januari 2025 mendatang.
Setelah ditahbiskan, Romo Eko tidak lagi menjabat sebagai Administrator Keuskupan Surabaya.
Terpilihnya Romo Didik sebagai uskup baru diharapkan dapat membawa Keuskupan Surabaya untuk terus melaksanakan misi gereja dan membawa inspirasi bagi masyarakat.
Selain itu, ia juga diharapkan dapat terus menuntun umat Surabaya untuk menjalankan Arah Dasar Keuskupan Surabaya.
(CLEMENS KRISTO BUDIUTOMO)
Editor : Aditya Novrian