GRESIK – Warga sekitar smelter PT Freeport Indonesia (PTFI) diberdayakan meski usia mereka sudah tidak lagi produktif.
Dibekali pelatihan carpenter, limbah smelter berhasil disulap menjadi beragam furnitur. Setidaknya 1.376 produk telah dihasilkan dan di bagikan gratis ke 35 lembaga pendidikan.
Arifin, warga Manyar Sidomukti, adalah salah satu dari belasan pekerja. Meski telah berusia 58 tahun, tangannya masih terampil merakit limbah kayu menjadi furnitur.
’’Daripada di rumah nganggur, ini diberdayakan agar menjadi produktif,” ujarnya.
Fasilitas yang berada di Desa Manyarrejo, Kecamatan Manyar, itu dibangun khusus oleh PTFI bekerja sama dengan Yayasan Takmir Masjid Manyar (Yatamam).
Tujuannya untuk mengolah limbah konstruksi dari proyek smelter. Mulai dari kayu, besi, hingga sisa bahan material lainnya.
’’Jumlahnya sangat melimpah dan menumpuk. Sehingga kami harus memilahnya dengan teliti dan hati hati agar bisa diolah kembali,’’ ungkap Direktur Operasional PTB Prasetyo Yudhi.
Beruntung, seluruh pekerja telah dibekali dengan skill yang sudah mumpuni. Mereka merupakan warga sekitar desa yang telah mendapat pelatihan khusus carpenter.
Tidak heran, sejak beroperasi November 2022 lalu, beragam jenis mebel dan furnitur dihasilkan. Mulai dari kursi, lemari, partisi, hingga jenis furnitur lainnya.
’’Sudah ada 1.376 furnitur yang sudah kami produksiustri,’’ bebernya.
Furnitur itu didistribusikan ke 35 lembaga yang tersebar di 9 desa sekitar proyek. Termasuk lembaga pendidikan, tempat ibadah, hingga penunjang fasilitas pemerintahan desa. (yog/c17/son/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana