PROBOLINGGO - Para penggawa asing Arema FC tidak ingin melewatkan waktu libur selama lima hari dengan berdiam diri di rumah.
Penjaga Gawang Lucas Frigeri misalnya, dia memanfaatkan kesempatan rehat dengan berkunjung ke Gunung Bromo.
Bersama keluarganya, pemain asal Brasil itu menghabiskan waktu tiga hari di sana. Kepada Jawa Pos Radar Malang Frigeri bercerita, berkunjung ke Gunung Bromo sudah direncanakan sejak bulan lalu.
Menurutnya, dia mendapat rekomendasi dari rekannya asal Negeri Samba yang sebelumnya berwisata ke sana.
Salah satunya, center back Thales Lira.
”Cerita mereka begitu menarik bagi saya, saat berkunjung ke sana,” tutur Frigeri.
Karena itu, dia bersama istri dan anaknya pergi ke Bromo Minggu lalu (3/11). Mereka memilih penginapan di daerah Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Kabupaten Probolinggo.
Hari kedua menginap, Frigeri beserta keluarganya menikmati pemandangan sunrise lewat spot Lemah Pasar.
”Sungguh luar biasa dan sangat indah pemandangan di sini (Bromo, red),” ucap eks kiper Madura United itu.
Dia begitu terpesona dengan bentang alam yang ada di wilayah Gunung Bromo. Dimana langit masih berwarna jingga. Lalu gugusan awan putih dan langit biru menghiasi savana.
Puncak gunung Bromo terlihat gagah dan menjulang kukuh. Frigeri mengatakan, pemandangan di Gunung Bromo saat itu merupakan salah satu hal terindah yang pernah keluarganya lihat.
Menurutnya, tidak ada rasa penyesalan sama sekali mengunjungi tempat wisata tersebut. Meski, sejatinya tempat wisata favoritnya adalah pantai.
”Sebelumnya kami selalu ke pantai. Lantas ini menjadi pengalaman yang berbeda,” tutur dia.
Selain melihat sunrise, Frigeri dan keluarganya berkunjung ke kawah Gunung Bromo dengan melewati ratusan anak tangga.
Mereka lalu mencoba pengalaman, menyusuri lautan pasir dengan menunggangi kuda.
”Tiga hari kami menginap di hotel, lalu hari ini (kemarin, red) kami sudah pulang ke Malang,” jelasnya.
Menurutnya ke depan tidak menutup kemungkinan untuk datang lagi ke Bromo. Baginya, pengalaman tersebut tidak membosankan untuk diulangi lagi. (tio/gp)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana