SURABAYA – Jumlah sampah yang terbuang di Kota Pahlawan masih cukup tinggi.
Dalam sehari, ada 1,8 ribu ton sampah yang terbuang di Kota Surabaya.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Pemkot Surabaya mendapat masukan dari Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol kemarin.
Hanif menyarankan agar jumlah bank sampah di Surabaya ditambah.
Sebagai kota dengan penduduk 3 juta orang, setidaknya butuh 1,2 ribu bank sampah.
Sementara ini baru ada 660 bank sampah.
”Penguatan dari hulu meminimalkan sampah masuk ke TPA,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya Dedik Irianto mengatakan, total sampah di Surabaya per hari mencapai 1,8 ribu ton.
Dari jumlah itu, 1,6 ribu ton sampah masuk ke TPA Benowo.
Sementara 200 ton dikelola di bank sampah.
”Tapi dari 1,6 ribu ton di TPA, yang bisa diolah oleh gasifikasi hanya seribu ton per hari,’’ terangnya.
Sedangkan 600 ton ditimbun di TPA Benowo dengan membran dan dilakukan pembusukan dengan bakteri.
Sehingga sampah yang organik bisa menyusut.
Berdasar aturan, ketinggian timbunan sampah tidak boleh melebihi 25 meter.
Terkait itu, tahun depan TPA Benowo menggunakan teknologi baru untuk mengatasi timbunan tersebut.
PT Sumber Organik selaku pengelola memastikan bahwa pengelolaan TPA Benowo tidak terbatas waktu.
Sebab, semua sampah yang masuk diolah sehingga tidak sampai penuh.
Berdasar data, setidaknya pemkot mengalokasikan Rp 100 miliar per tahun untuk membayar tipping fee sampah ke TPA Benowo. (omy/c6/jun/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana