SURABAYA – Angkutan transportasi publik di Kota Pahlawan belum menjangkau ke seluruh kawasan.
Ada 20 rute yang tercatat belum terlayani Suroboyo Bus atau feeder Wirawiri Suroboyo.
Mayoritas rute yang belum terlayani itu ada di kawasan Surabaya Timur.
Ketua Tim Angkutan Jalan dan Terminal Dishub Surabaya Ali Mustofa mengatakan, pihaknya sudah memetakan rute transportasi.
Totalnya, ada 30 rute di seluruh Surabaya.
Saat ini, masih ada 20 rute yang belum dilewati feeder dan Suroboyo Bus.
Menurut Ali, 20 rute itu tersebar di seluruh kawasan metropolis.
Jalan Diponegoro, misalnya.
”Belum ada feeder yang melintas di Jalan Diponegoro,” ujar Ali.
Beberapa kawasan di Surabaya Timur juga masih belum terjang kau transportasi publik.
Seperti Tenggilis Mejoyo, Kali Rungkut, Rungkut Harapan, dan Medokan Ayu.
”Beberapa kampus di timur belum dilewati angkutan umum,” paparnya.
Sementara itu, di kawasan Surabaya Selatan, kawasan Menanggal dan Karang Pilang belum dilintasi angkutan publik.
”Tahun depan akan kami usulkan. Konsepnya sama dengan buy the service (BTS),” ucap Ali.
Sebelum membuka rute baru transportasi, dishub berkoordi nasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Surabaya.
Tujuan nya untuk mendapatkan informasi tentang arah pembangunan kota.
”Titik transit kami fokuskan seluruhnya di Terminal Inter moda Joyoboyo (TIJ),” ujar Ali.
Kepala Dishub Surabaya Tundjung Iswandaru menyatakan, bus listrik rute Purabaya-Kampus C Unair mengaspal mulai hari ini.
Rute bus tersebut dimulai dari Jalan Ahmad Yani, Jemursari, Bratang, Ngagel Jaya Selatan, Pucang Anom, Darmawangsa, Kali Waron, Mulyorejo, dan Merr.
”Seluruh unit sudah ada,” paparnya. (omy/aph/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana