Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Marak Penipuan Gunakan Modus Aktivasi IKD di Surabaya

Aditya Novrian • Jumat, 31 Januari 2025 | 18:30 WIB
SUMBER: DIOLAH DARI BERBAGAI SUMBER
SUMBER: DIOLAH DARI BERBAGAI SUMBER

Ada Warga Rugi hingga Rp 147 Juta

SURABAYA - Hati-hati jika ada orang tak dikenal tiba-tiba menawarkan aktivasi identitas kependudukan digital (IKD).

Karena di Surabaya, tengah marak penipuan dengan modus tersebut.

Tak sedikit dari masyarakat menjadi korban dengan kerugian yang bervariasi.

SUMBER: DIOLAH DARI BERBAGAI SUMBER
SUMBER: DIOLAH DARI BERBAGAI SUMBER

Ada yang rugi ratusan ribu hingga ratusan juta rupiah.

Kabid Pemanfaatan Data dan Inovasi Pelayanan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Surabaya Ivan Wijaya mengungkapkan, aksi penipuan tersebut mulai terjadi awal Oktober 2024 dan masih berlangsung hingga saat ini.

’’Kami belum pernah merekap keseluruhan. Tapi, tiap hari ada saja yang melapor penipuan tersebut,’’ ungkapnya kemarin (30/1).

Pelaku penipuan fokus untuk menguras harta korban.

Terutama yang berada di aplikasi mobile banking.

Tekniknya pun beragam.

Ada yang mengaku sebagai petugas dispendukcapil, BPJS, Kemensos, atau bank.

Modusnya, pelaku membantu pendataan warga secara daring.

Bisa melalui situs, telepon, atau WhatsApp.

Selain saldo m-banking, pelaku menyasar aplikasi seperti Ovo atau Gopay.

Berdasar informasi yang dikumpulkan, jumlah kerugian yang dialami korban beragam.

’’Dari ratusan ribu hingga paling besar Rp 147 juta. Korban juga berasal beragam kelompok usia. Ada yang usia muda maupun lanjut usia,’’ paparnya.

Pihaknya pun mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati.

Pasalnya, petugas dispendukcapil tidak pernah meminta aktivasi IKD melalui telepon.

’’Kami tegaskan IKD harus diaktivasi dengan pendampingan petugas kelurahan kecamatan, baik secara jemput bola, di kantor, ataupun pelayanan di ruang publik,’’ paparnya.

Sementara itu, Lurah Kupang Krajan Herman Felani menyebut belum menerima laporan dari masyarakat di wilayahnya perihal kasus peni puan tersebut.

Namun, pihaknya sudah intens melakukan sosialisasi pencegahan secara intens.

’’Jumlah warga yang memiliki IKD sudah cukup banyak. Bisa diaktivasi di kelurahan,’’ sebutnya. (dho/ai/adn)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Surabaya #Penipuan #Aktivasi IKD #aktivasi #ikd #IKD atau Identitas Kependudukan Digital