Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kerap Hujan, Pembersihan Longsoran Jalan Lintas Selatan Ditunda

Fathoni Prakarsa Nanda • Kamis, 13 Februari 2025 | 18:10 WIB
TANAH TIDAK STABIL: Material longsoran berupa tanah dan batu masih menutup sebagian aspal jalan di sekitar Kelok 9 Jalur Lingkar Selatan hingga kemarin (12/2). (CAMAT DONOMULYO FOR RADAR MALANG)
TANAH TIDAK STABIL: Material longsoran berupa tanah dan batu masih menutup sebagian aspal jalan di sekitar Kelok 9 Jalur Lingkar Selatan hingga kemarin (12/2). (CAMAT DONOMULYO FOR RADAR MALANG)

DONOMULYO – Hingga kemarin (12/2) Jalan Lintas Selatan (JLS) dari arah Pantai Modangan, Kecamatan Donomulyo ke Kabupaten Blitar belum bisa dilalui.

Material longsoran dari tebing yang menutup badan jalan di Kelok 9 (wilayah Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo) belum dibersihkan.

Sebab, hujan masih berpotensi mengakibatkan longsor susulan.

Seperti diberitakan sebelumnya, akses jalan di Kelok 9 JLS terputus karena beberapa kejadian sejak awal Desember 2024 lalu.

Mulai dari pergerakan tanah di bawah aspal hingga tebing yang longsor hingga menutup jalan.

Sekitar 100 meter badan jalan rusak (ambles dan retak retak).

Material tanah dan batu dari beberapa titik tebing juga menutup badan jalan.

Proses pembersihan dan pemadatan jalan yang rusak sudah pernah dilakukan.

Bahkan kendaraan roda empat sempat kembali bisa melewati Kelok 9 pada 15 Desember 2024.

Tapi, longsor kembali terjadi pada 2 Januari dan 27 Januari.

”Padahal saat itu sedang dalam proses pembersihan material longsoran tebing,” terang Camat Donomulyo Nurmawan Wibowo.

Karena itu, pembersihan material longsor terpaksa dihentikan dulu.

Akibatnya, Kelok 9 belum bisa dilalui kendaraan roda empat.

Hanya kendaraan roda dua milik warga yang mau ke kebun saja yang bisa lewat.

Salah satu pekerja proyek pembenahan JLS, Juanto, ketika dihubungi mengatakan bahwa cuaca yang tidak menentu menjadi penyebab perbaikan jalan urung dilakukan.

Pasalnya, dalam beberapa hari terakhir hujan terus mengguyur kawasan tersebut.

Hal itu berpengaruh pada kondisi tanah di sana.

”Tanahnya juga masih labil, terus bergerak dan menyebabkan longsor,” kata Juanto.

Dalam kondisi seperti itu, pemindahan material longsor dan proses perbaikan jalan akan sia-sia.

Begitu tanah di atas jalan dibersihkan, material dari atas tebing yang bergerak dan terkena air hujan akan jatuh ke bawah.

Meski demikian, beberapa pekerja tetap standby di lokasi.

Begitu juga alat-alat berat seperti ekskavator.

Tapi, belum jelas kapan pekerjaan tersebut dapat dilanjutkan.

”Kami masih menunggu instruksi pusat (Kementerian PU). Sementara ini masih dihentikan dulu,” ujar Juanto. (biy/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#pembersihan longsor #JLS #Tertunda #jalan lintas selatan