SIDOARJO – Warga Desa Sedenganmijen, Kecamatan Krian, Sidoarjo, menggelar ruwat desa kemarin (16/2).
Menariknya, mereka berebut gunungan tempe raksasa setinggi 9 meter.
Sejak pagi ribuan warga desa memadati lapangan desa.
Mereka berkerumun mengitari gunungan tumpeng raksasa yang berada di tengah lapangan.
Setelah itu, gunungan tempe raksasa tersebut diperebutkan.
Kepala Desa Sedenganmijen Muhammad Hasanuddin mengatakan, rangkaian ruwat desa selalu diisi dengan berebut gunungan tempe raksasa.
Alasannya, banyak perajin tempe di desa tersebut.
Tempe produksi mereka pula yang kemarin disusun dalam gunungan.
”Ada 26 perajin. Hari ini (kemarin, Red) partisipasi semuanya,” kata Hasanuddin.
Pihaknya sengaja membuat ruwat desa dengan gunungan tempe agar berbeda dengan desa lainnya. Selain itu, menunjukkan potensi Desa Sedenganmijen.
”Kalau desa lain biasanya tumpeng nasi, tumpeng buah, dan hasil bumi. Khusus di sini tumpeng tempe raksasa setinggi 9 meter,” jelasnya.
Sebab, tempe sudah menjadi ikon Sedenganmijen.
”Kami ingin para perajin tempe di Desa Sedenganmijen semakin terkenal. Dengan begitu, ekonomi warga akan terangkat,” lanjutnya.
Dia mengatakan, ada 1.250 an potongan tempe yang ditempelkan.
”Awalnya kami ingin 12 meter, namun untuk membawanya ke lapangan tidak cukup karena terhalang kabel dan pohon. Akhirnya, jadi 9 meter,” katanya.
Camat Krian Achmad Fauzi mengatakan, momen tersebut merupakan bentuk keguyuban dari warga.
”Yang paling penting para warga bisa guyub rukun, terlihat saling gotong royong,” tuturnya.
Dia ingin tradisi tersebut bisa terus berlangsung ke depan. (uzi/fal/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana