SURABAYA - Permintaan kurma melonjak drastis di awal pekan Ramadan.
Bahkan sebelum bulan puasa dimulai, para pelaku usaha dan pedagang kurma di kawasan Ampel sudah mulai mengelola stok yang didatangkan dari Timur Tengah.
Tahun ini permintaan kurma premium mengalami peningkatan signifikan, naik hingga 35 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Banjirnya pesanan itu dirasakan oleh penjual kurma Toko Makmur Ampel Kembang, Siti Khowiyah.
Dia mencatat, permintaan sudah ada sejak awal Februari.
Terutama, kurma kering dengan berbagai merek.
”Pemesan nggak hanya dari Surabaya, tapi juga luar kota,” katanya kemarin (3/3).
Dia tidak pernah khawatir dengan penjualan kurma selama Ramadan, kendati hampir mayoritas toko di sepanjang Jalan Nyamplungan menjual produk serupa.
Selain menyediakan kurma dalam kemasan kardus, tersedia pula kurma curah dengan kualitas yang terjamin.
Dia menuturkan, meski permintaan tinggi, ketersediaan stok kurma aman hingga akhir Ramadan.
Salah seorang pembeli asal Surabaya Selatan, Bayu Pamungkas, menyempatkan mampir ke kawasan Ampel untuk membeli kurma.
”Saya cari kurma basah dan kering, sebagian untuk konsumsi pribadi, sebagian lagi buat oleh-oleh silaturahmi,” ujarnya.
Bagi dia harga kurma di Ampel tergolong stabil, tidak jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Dia menenteng dua kardus kurma dengan harga satu kardus di kisaran Rp 200 ribuan.
”Beli sekalian banyak karena di rumah ada bumil (ibu hamil) juga, kurma bagus buat nutrisi bumil,” lanjutnya. (zam/nor/adn)
Editor : A. Nugroho