SURABAYA – Akses menuju pintu masuk tol Driyorejo di kelurahan Lakarsantri macet panjang setiap hari.
Jalan sempit, volume kendaraan, dan pertigaan yang berdekatan menjadi penyebab kemacetan.
Bunyi klakson bersautan dan kadang umpatan biasa terdengar di tengah kemacetan itu.
Joko Hadi Sumangat, warga Made, Sambikerep, mengungkapkan, pernah menempuh akses masuk ke tol Driyorejo itu hingga satu jam lebih karena macet.
Padahal jarak rumahnya ke entrance tol Driyorejo itu kurang dari 10 kilometer.
Bila tak macet, hanya 20 menit sampai gerbang tol.
”Kalau lagi macet, ekor kendaraan bisa sampai di depan Palimanan Resto,” ucapnya siang kemarin (6/3).
Dia menyebut untuk sampai di ujung TL Jalan Citra Raya butuh waktu 20 menit.
Terutama kalau kondisi lalu lintas mengunci.
Maklum, ada kendaraan besar dari arah Menganti.
Belum lagi banyak truk besar yang mengarah ke Driyorejo atau Menganti.
Sudarmanto, pengendara ojek online, mengatakan bahwa bila tidak sabar melewati titik kemacetan Lakarsantri itu lebih baik cari jalan lewat kampung.
Karena kalau terkena macet bisa lama, terutama mereka yang membawa mobil.
”Kalau jam sibuk, suara klakson sudah biasa.
Seng emosian yo iso ngamuk,” ucapnya.
Ketua DPC Aptrindo Surabaya I Wayan Sumadita menuturkan, dia juga pernah menempuh satu jam dari arah Menganti ke perumahan Citraland.
Situasi ini juga berdampak pada sisi bisnis, karena biaya operasional kendaraan logistik naik 20 persen.
Belum lagi risiko kerusakan jauh lebih besar karena dampak macet.
“Bahayanya lagi, kalau truk mogok, lalu lintasnya bisa tambah macet parah,” ucapnya. (omy/jun/adn)
Editor : A. Nugroho