Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Dampak Tarif AS Jadi Bahasan Utama Presiden Prabowo dan PM Anwar di Kuala Lumpur

Aditya Novrian • Senin, 7 April 2025 | 20:45 WIB
Presiden Prabowo Subianto bersama PM Anwar Ibrahim (anwaribrahim_my)
Presiden Prabowo Subianto bersama PM Anwar Ibrahim (anwaribrahim_my)

RADAR MALANG - Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, pada Minggu malam (6/3), di Kuala Lumpur.

Pertemuan ini berlangsung dalam suasana Idulfitri dan bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Malaysia.

Dalam kunjungan tersebut, Presiden Prabowo didampingi oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Sekretaris Pribadi Presiden Rizky Irmansyah.

“Dalam suasana lebaran yang penuh keberkatan, saya telah menerima kunjungan silaturahmi daripada sahabat lama yang juga Presiden Indonesia, yakni Bapak Prabowo Subianto, lewat petang tadi,” tulis PM Anwar dalam unggahan Instagram-nya, menggunakan bahasa Melayu.

Anwar menyebut, dalam pertemuan itu mereka membahas sejumlah isu penting di kawasan, termasuk dampak kebijakan tarif baru yang diterapkan Amerika Serikat terhadap negara-negara ASEAN.

“Kami berbincang mengenai isu-isu serantau yang penting, termasuk dampak tarif baharu yang diterapkan Amerika Syarikat terhadap negara-negara ASEAN, selain menyentuh usaha dan tindakan bersama dalam memberikan bantuan kemanusiaan kepada rakyat di Myanmar yang terkesan akibat bencana gempa baru-baru ini,” tambah Anwar.

Meski tidak dijelaskan secara rinci isi pembicaraan antara kedua pemimpin, Anwar menyatakan komitmennya untuk terus menjaga dan memperkuat hubungan persaudaraan kedua negara.

“Semoga semangat Aidilfitri terus memperkuat hubungan persaudaraan dan kerjasama antara Malaysia dan Indonesia atas nama keamanan dan kesejahteraan serantau,” ujarnya.

Sebagai informasi, kebijakan tarif baru dari Amerika Serikat telah diumumkan pada 2 April 2025. Indonesia terkena tarif resiprokal sebesar 32 persen.

Sementara negara-negara ASEAN lainnya juga terdampak, seperti Malaysia dan Brunei Darussalam masing-masing 24 persen, Filipina 17 persen, Singapura 10 persen, Kamboja 49 persen, Laos 48 persen, Vietnam 46 persen, Myanmar 44 persen, dan Thailand 36 persen, sebagaimana dilaporkan Tempo.

Sebagai respons, pemerintah Indonesia tengah mengambil langkah strategis.

Beberapa diantaranya, memperluas mitra dagang, mempercepat hilirisasi sumber daya alam, dan memperkuat ketahanan konsumsi dalam negeri. (ney)

Editor : Aditya Novrian
#hubungan bilateral #kuala lumpur #idulfiri #AS #pm anwar ibrahim #Presiden Prabowo #kenaikan tarif #ramadan 1446 H