Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Walkot Bogor Temukan Bakteri E. Coli dan Salmonella di Menu MBG Penyebab Keracunan Massal

A. Nugroho • Rabu, 14 Mei 2025 | 17:10 WIB
LANCAR: Siswa SMPN 6 Malang menikmati menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikirim dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) LP Ma’arif NU, Selasa lalu (29/4).
LANCAR: Siswa SMPN 6 Malang menikmati menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikirim dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) LP Ma’arif NU, Selasa lalu (29/4).

RADAR MALANG - Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengungkapkan temuan bakteri berbahaya dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyebabkan keracunan massal pada 223 siswa di Kota Bogor. 

Hasil uji laboratorium dari Labkesda Kota Bogor menunjukkan adanya bakteri Escherichia coli (E. Coli) dan Salmonella pada dua jenis makanan.

Yaitu telur ceplok berbumbu barbekyu dan tumis tahu tauge, yang disajikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bina Insani.

“Saya menerima hasil pemeriksaan Labkesda setelah empat hari pengujian. Beberapa bahan makanan ternyata mengandung bakteri E. Coli dan Salmonella,” ujar Dedie dilansir dari media lain pada Senin (12/5/2025). 

Baca Juga: Prabowo Bertemu Bill Gates, Bahas Dukungan Program Makan Bergizi Gratis

Ia menjelaskan bahwa telur ceplok tersebut dimasak pada malam hari dan baru didistribusikan siang harinya, yang diduga menjadi penyebab kontaminasi. 

Proses ini tidak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan, sehingga memicu pertumbuhan bakteri berbahaya.

Dinas Kesehatan Kota Bogor mencatat, antara 7 hingga 9 Mei 2025, sebanyak 223 siswa dari delapan sekolah mengalami gejala keracunan. 

Dari jumlah tersebut, 34 orang dirawat inap, 47 menjalani rawat jalan, dan 129 lainnya mengalami keluhan ringan seperti mual dan diare. 

Baca Juga: Malang Raya Tambah Empat SPPG, Penerima Program Makan Bergizi Gratis Semakin Banyak

Untuk menangani situasi ini, Pemkot Bogor menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) guna menanggung biaya medis melalui APBD.

Dedie menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap SOP distribusi dan penyajian makanan MBG agar kejadian serupa tidak terulang. 

Saat ini, pihak berwenang masih menunggu hasil uji lanjutan, termasuk pemeriksaan sampel air dan kondisi kesehatan siswa, untuk memastikan penyebab pasti dan langkah pencegahan ke depan. (rsy)

Editor : A. Nugroho
#makanan bergizi gratis #wali kota bogor #Siswa keracunan Makan Bergizi Gratis