Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Efek Musim Hujan, Puluhan Ular Teror Rumah Warga di Surabaya

Aditya Novrian • Selasa, 17 Februari 2026 | 14:10 WIB

Ilustrasi ular (freepik).
Ilustrasi ular (freepik).

RADAR MALANG – Di awal tahun 2026, hujan sering mampir mengguyur wilayah Surabaya. Namun, para warga dibuat resah lantaran terdapat puluhan ular yang mampir di rumah mereka.

Ketua Tim Kerja Operasional Kedaruratan BPBD Kota surabaya, Arif Sunandar menyampaikan bahwa di sepanjang Januari hingga Februari 2026, timnya menerima 81 laporan satwa yang masuk ke rumah warga. Berbagai macam satwa liar yang muncul, seperti ular, buaya, iguana, biawak, monyet, anjing, serta kucing.

“Ada kurang lebih 81 kejadia laporan satwa liar masuk ke rumah warga. Hewan yang dimaksud ada ular, buaya, iguana, biawak, monyet, anjing, dan kucing,” terang Arif Sunandar di Surabaya, dilansir dari JawaPos.com, Minggu (15/2).

Dari total laporan tersebut, sebanyak 43 di antaranya adalah keberadaan ular. Arif menyebut, peningkatan laporan reptil ini dipicu oleh musim hujan yang mengganggu habitat ular sehingga mereka berkeliaran untuk berlindung di tempat yang lebih nyaman.

Jenis ular yang sering kali masuk ke pemukiman warga ialah ular sanca. Hewan melata ini sering ditemukan bersembunyi di plafon rumah, kandang ayam, lemari, selokan, hingga kamar mandi.

“Ular sanca itu memang sekali bertelur bisa ratusan. Jadi, biasanya kalau petugas menemukan atau ada laporan sekali di daerah itu, beberapa saat kemudian akan ada laporan yang sama dari daerah tersebut,” imbuhnya.

Arif membenarkan bahwa kemunculan ular di pemukiman Surabaya makin marak saat musim hujan. Hal itu karena ular terbawa air yang volumenya naik drastis saat terjadi hujan deras.

“Kalau cuaca ekstrem gini, hujan deras air sungai juga tambah tinggi, itu yang membuat ular ikut naik. Makanya, kadang jika ada genangan, kemunculan ular disebabkan oleh arus,” jelas Arif.

Namun, pada beberapa kasus, ular yang masuk ke celah sempit dekat rumah karena untuk menangkap mangsa. Setelah itu, reptil tersebut terjebak lantaran tidak bisa keluar.

“Tikusnya lari ke got dan perumahan, makanya ada yang di kamar mandi, di plafon, dan lain-lain karena mereka mencari makanan,” terangnya.

Pada Minggu siang (15/2) di Jalan Kedinding Tengah Jaya 1 Nomor 24, Kecamatan Kenjeran, Kota Surabaya, petugas berhasil evakuasi ular piton dengan panjang sekitar 4 meter. Ia ditemukan di kandang ayam dengan perut buncit lantaran telah memakan ayam.

Meskipun belum ada laporan korban jiwa akibat keberadaan ular di pemukiman warga, Arif meminta masyarakat tetap waspada dan melakukan antisipasi, seperti rutin membersihkan rumah dan tidak membiarkan tempat jadi rimbun.

“Seperti membersihkan rumah secara rutin, jangan sampai ada tempat yang rumbun karena tikus sukanya di situ (dapat memancing ular), menjaga kebersihan lingkungan juga penting,” jelas Arif.

 Baca Juga: Kembali Bersinar di Panggung Global, BRI Group Raih Empat Penghargaan Bergengsi dari Alpha Southeast Asia 2025

Penulis: Marsha Nathaniela

Editor : Aditya Novrian
#ular masuk pemukiman #ular 4 meter #ular makan ayam