RADAR MALANG – Para pekerja, termasuk 26 WNA Tiongkok di pertambangan emas yang berlokasi di Legari, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, dievakuasi oleh tim gabungan setelah pos keamanan kamtibmas milik PT Kristalin Nabire dibakar oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
Para tersangka juga sempat menembaki mobil milik perusahaan, tepat sebelum pembakaran. Insiden ini menyebabkan dua orang merenggang nyawa.
“Saat ini, kami sedang berupaya mengevakuasi karyawan, termasuk 26 orang berkebangsaan China dari lokasi pertambangan,” terang Kapolres Nabire, AKBP Samuel Tatiratu, dilansir dari Antara, Minggu (22/2).
Selain itu, tim gabungan yang terdiri dari pasukan TNI dan Polri juga mengevakuasi para pendulang emas. Mereka melakukan penelusuran di sepanjang Kali Musairo dan sekitar 100 orang telah dievakuasi pada Sabtu (21/2) sekitar pukul 13.30 sampai 15.00 WIT.
Evakuasi ini dilakukan untuk memastikan keselamatan masyarakat dan mencegah adanya korban lain apabila KKB menyerang kembali.
“Saat ini, kami masih berupaya mengevakuasi karyawan maupun para pendulang yang ada di sekitar Kali Musairo, Legari,” ungkap Samuel Tatiratu.
Kedua korban dalam kondisi mengenaskan. Atas insiden pembakaran tersebut, mereka hangus terbakar di antara runtuhan bangunan pos pengamanan.
Saat ditanya, Kapolres Nabire mengaku belum mengetahui identitas para korban karena masih menunggu laporan dari hasil identifikasi dua jenazah yang dilakukan di RSUD Nabire.
“Saya masih berada di Legari dan hingga kini belum mendapatkan laporan tentang hasil autopsi terhadap jenazah yang ditemukan di Pos PT Kristalin,” jelas Kapolres Nabire.
Atas peristiwa ini, aparat akan melakukan penyelidikan mendalam dan pengejaran terhadap para pelaku tindak kekerasan tersebut.
Penulis: Marsha Nathaniela
Editor : Aditya Novrian