Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Antisipasi Krisis Perang Global, Pemerintah Bangun Storage Baru untuk Cadangan BBM Nasional

Aditya Novrian • Kamis, 5 Maret 2026 | 15:51 WIB

TAMBAH PASOKAN: Menteri ESDM Bahlil menyatakan perintah Presiden Prabowo untuk tambah storage minyak mentah di Indonesi. (Sumber: CNBC Indonesia)
TAMBAH PASOKAN: Menteri ESDM Bahlil menyatakan perintah Presiden Prabowo untuk tambah storage minyak mentah di Indonesi. (Sumber: CNBC Indonesia)

RADAR MALANG - Fenomena perang antara USA-Israel dengan Iran membuat Pemerintah Indonesia mengambil langkah strategis untuk meningkatkan cadangan Bahan Bakar Minyak (BBM) negara. 

Langkah strategis diambil dengan menyiapkan pembangunan fasilitas storage baru guna menambah kuota penyimpanan BBM Nasional agar lebih tahan dalam menghadapi kondisi geopolitik dunia. 

Keputusan ini diambil berdasarkan pertemuan terbatas antara Presiden Prabowo Subianto dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia pada Kamis, 5 Maret 2026.

Dalam rapat tersebut Pemerintah setuju untuk membangun tempat penyimpanan baru yang dapat menampung cadangan minyak selama 90 hari atau setara dengan 3 bulan lamanya. 

Langkah ini diambil akibat adanya penutupan Selat Hormuz imbas peperangan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. 

Dalam wawancaranya Menyeri ESDM Bahlil menjelaskan bahwa hingga saat ini Indonesia hanya memiliki cadangan minyak yang mampu bertahan 20 hingga 25 hari. Kondisi ini dinilai belum cukup ideal mengingat kondisi geopolitik dunia yang tidak stabil.

 Baca Juga: Kapan Malam Lailatul Qadar 2026? Simak Jadwal dan Keutamaannya

"Bukan karena kita tidak mau menambah stok BBM saat ini, tapi kita bingung mau taruuh dimana. Wong kita tidak punya storage yang memadai dan itu sekarang kekurangan kita saat ini," ujarnya dalam wawancara dengan wartawan usai rapat terbatas di Jakarta. 

Presiden Prabowo menyatakan bahwa untuk meningkatkan ketahanan energi nasional, penambahan fasilitas penyimpanan minyak harus menjadi prioritas utama.

Perlu diingat juga bahwa Selat Hormuz merupakan jalur strategis lintasan 20% minyak dunia. Jadi, jika jalur ini ditutup akibatnya akan meluas ke pasokan minyak mentah global yang terganggu dan berpotensi lonjakan harga minyak. 

Pemerintah akan memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat melalui pembangunan fasilitas penyimpanan baru ini.

Penulis: Satya Eka Pangestu

Editor : Aditya Novrian
#Perang Amerika Serikat dan Iran #Berita terbaru hari ini #Pasokan Minyak Global #Menteri ESDM Bahlil Lahadalia