Ketua Pelaksana Arema 33 Anniversary Run 2020 Susanto Setiawan, menjelaskan para peserta berasal dari komunitas pelari di Malang Raya dan daerah lainnya. Rencananya, para pelari akan berlari mulai pukul 05.00.
“Start dimulai dari Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, dan berakhir di Pendopo Agung Kabupaten yang ada di depan alun-alun Kota Malang,” kata Susanto kepada Jawa Pos Radar Kanjuruhan di Aula Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jumat (7/8).
Pria yang akrab disapa Santo ini mengungkapkan, pihaknya telah menyiapkan anggotanya dengan cara memberikan target kepada pelari untuk berlari sejauh 45 km dalam seminggu. Tujuannya, agar saat hari H mereka bisa kuat menyelesaikan jarak tempuh.
“Namun, anggota kami malah banyak yang melebihi target itu. Bahkan mereka bisa berlari 35 km dalam sehari,” ujar Santo.
Tak hanya persiapan fisik, Santo menambahkan, fasilitas pendudukung lainnya pun telah dimatangkan. Seperti kesehatan, pengamanan akses jalan, dan check point untuk pelari yang berhenti istirahat sejenak.
“Kami sudah koordinasi dengan dinas kesehatan, Dishub, dan tentunya pemerintah daerah setempat. Nantinya, para pelari akan dikawal oleh patwal bupati dan ambulans serta 7 water station yang kami siapkan,” jelas dia.
Santo mengatakan, kegiatan ini sangat didukung oleh pemerintah dan jajaran pengurus Arema. “Kostum pelari utama didapat dari manajemen Arema, sedangkan kostum lainnya dari Ultras,” kata pria bertubuh ramping ini.
Sementara itu, ketua komunitas Malang Keep Runner (Maker) Syahrizal Muhammad mengatakan bahwa acara ini bukanlah sebuah lomba. Jadi para peserta tidak dianjurkan untuk saling membalap.
“Kegiatan ini merupakan sebuah bentuk kampanye tentang olahraga lari. Bahwa lari adalah salah satu solusi untuk hidup sehat,” kata Rizal, sapaan akrab Syahrizal Muhammad.
Dia menekanan agar para pelari membuang jauh-jauh egonya untuk menunjukkan siapa yang paling cepat. Mereka harus bisa saling support satu sama lain agar semua peserta bisa menyelesaikan larinya hingga batas finish yang telah ditentukan.
“Kami juga mengingatkan ke pelari untuk tidak memaksakan diri. Apabila ada yang tidak kuat, tidak usah malu untuk bilang, dan akan kami gantikan dengan pelari cadangan yang sudah disiapkan,” pungkas Rizal.
Pewarta: Achmad Fikyansyah
Foto: Achmad Fikyansyah
Editor: Hendarmono Al S Editor : Editor : Hendarmono Al S.