Nah, tempat landing itu berada tepat di samping penangkaran buaya. Jaraknya hanya sekitar 100 meter dari titik landing. Di situ ada lima kolam. Satu kolam berisi 10 sampai 12 buaya.
Jadi pastikan agar pendaratan para atlet tersebut tidak sampai meleset. Atlet paralayang Jawa Timur M Rizky Darmawan juga mengetahui hal itu. Bahkan saat sedang melayang, kolam buaya tersebut tampak jelas dari atas
”Sebelum terbang, saya sudah diwanti-wanti sama atlet tuan rumah (Papua) soal kandang buaya. Yang pasti harus hati-hati ya,” ungkapnya kepada Jawa Pos.
Meski demikian, Rizky pantang untuk keder. Hanya saja, dia mengaku harus lebih waspada. ”Apalagi, kondisi angin di venue ini sangat tidak stabil seperti di tempat lainnya. Ini yang jadi challenge,” ucapnya.
Soal kandang buaya, dia yakin tidak akan sampai terperosok. ”Kan dari atas bisa disetir. Jadi nggak mungkin jatuh ke kolam buaya,” tambahnya.
Sebagai informasi, Jatim menurunkan delapan atlet paralayang. Untuk PON kali ini tim pelatih menargetkan mampu mempertahankan gelar juara umum.
”Target kami bisa meraih lima emas dan kembali jadi juara umum,” ujar pelatih paralayang Jatim Yustira Ramadhani kepada Jawa Pos. Di PON 2016 lalu, Jatim berhasil membawa pulang empat medali emas.
Sumber: Jawa Pos Editor : Farik Fajarwati