Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

10 Pemain Arema FC Masih Catatkan Minutes Play Minim

Bayu Mulya Putra • Rabu, 2 Februari 2022 | 23:00 WIB
FLEKSIBEL: Ryan Kurnia (kanan) berjibaku dengan pemain Persipura Jayapura pada laga Jumat pekan lalu (28/1). Di tim Arema FC, dia dituntut mampu menjalankan tugas di luar posisinya. (Riana Setiawan / Jawa Pos)
FLEKSIBEL: Ryan Kurnia (kanan) berjibaku dengan pemain Persipura Jayapura pada laga Jumat pekan lalu (28/1). Di tim Arema FC, dia dituntut mampu menjalankan tugas di luar posisinya. (Riana Setiawan / Jawa Pos)
BALI - Minimnya kesempatan bermain yang didapat sejumlah penggawa Arema FC diharapkan tidak membuat mereka patah arang. Motivasi tinggi tetap harus dimiliki mereka. Sebab dengan padatnya jadwal kompetisi, kondisi apa pun bisa tersaji. Bisa saja mereka ditunjuk untuk menggantikan posisi pemain inti.

Tercatat, dari sekitar 28 pemain yang diboyong ke Bali, ada beberapa nama yang jumlah bermainnya kurang dari lima kali. Di antaranya Ikhfanul Alam, Andriyas Fransisco, Didik Ariyanto, Iqbal Faiz, Bramantio Ramadhan, sampai Achmad Figo. Sedangkan untuk nama pemain baru yang belum banyak mendapatkan kesempatan bermain seperti Fabiano Beltrame, Ryan Kurnia, dan Genta Alparedo.

Dari nama-nama itu, Alam dan Andriyas menjadi pemain yang belum pernah mencatatkan penampilan sekalipun. Tim pelatih Singo Edan turut menyampaikan beberapa pesan khusus untuk para pemain-pemain tersebut. ”Secara prinsip, bermain atau tidak harus terus semangat,” kata Asisten Pelatih Arema FC Singgih Pitono.

Pria asal Tulungagung itu berharap semua pemain tidak malas-malasan dalam berlatih. Sebab di momen itulah tim pelatih bakal menilai kesiapan setiap pemain. Dulu, Singgih juga mengawali karier di Arema dari bangku cadangan. Namun berkat kesabaran dan kerja keras, akhirnya di musim kedua bersama tim Singo Edan, dia akhirnya memperoleh kepercayaan bermain. Setelah itu, dia menjadi andalan tim Singo Edan dan berhasil menjadi top skor liga.

Kepada Jawa Pos Radar Malang, Pelatih Kepala Arema FC Eduardo Almeida merinci beberapa aspek yang menjadi penentu diturunkannya pemain. Di antaranya yakni kesiapan, kondisi fisik, mental, dan strategi. Jika ada yang belum memenuhi kategori tersebut, pemain bisa keluar dari starting eleven tim. Bahkan, tidak bermain di pertandingan. ”Kami pilih yang paling terbaik selama proses latihan (persiapan sebelum bertanding, red),” kata pelatih Portugal itu.

Alhasil, dia menyebut bila semua pemain harus mampu unjuk gigi di setiap pekan. Khususnya saat sesi latihan. ”Siapa yang bermain, penentuannya adalah pemain itu sendiri. Sejauh mana mereka berusaha masuk starting eleven,” imbuh pelatih asal Portugal itu. Menurutnya, cara tersebut bukanlah sesuatu yang baru. Sebab di Eropa, kebiasaan tersebut selalu dilakukan tiap tim.

Sistem tersebut juga membuat beberapa pemain muda punya peluang besar merasakan atmosfer Liga 1. Ya, pemain-pemain seperti Bramntio, Iqbal Faiz, Achmad Figo, dan Tito Hamzah yang dua tahun lalu masih bermain di akademi, kini mencatatkan penampilan di kompetisi tertinggi Indonesia. Dari nama-nama itu, Tito kini sudah mencatatkan 11 kali penampilan. (gp/by)

 

 

  Editor : Bayu Mulya Putra
#Arema FC #BRI Liga 1 #putaran kedua bri liga 1 #pemain arema jarang main