Pada laga terakhir melawan Persikabo 1973, Persita hanya mampu membuat satu gol dari beberapa peluang yang diperoleh. Akibatnya, mereka harus puas berbagi angka dengan kesebelasan berjuluk Laskar Padjajaran tersebut. ”Salah satu yang akan kami tingkatkan adalah kerja sama. Khususnya kerja sama di depan gawang lawan,” jelas Pelatih Persita Tangerang Widodo Cahyono Putro.
Menurut eks pemain timnas tersebut, pada laga melawan Arema FC, semua peluang harus bisa dimanfaatkan sebaik mungkin. Sebab, dia memprediksi bila pertandingan bakal berjalan dengan ketat. Sebagaimana diketahui, pada putaran pertama lalu, duel kedua tim berakhir imbang 2-2.
Alhasil, apabila mempunyai finishing touch yang baik, dia yakin bila itu akan sangat positif untuk timnya. ”Pada prinsipnya di laga sebelumnya kami ingin menang. Tapi hasilnya 1-1,” tambah pria yang akrab disapa WCP itu. Berkaca pada pertandingan di putaran pertama, para pemain Persita bisa memanfaatkan peluang yang didapatkan.
Alhasil, mereka yang sempat tertinggal dua gol akhirnya bisa menyamakan kedudukan. Salah satunya adalah lewat aksi Edo Febriansyah. Pemain asal Kediri itu membobol Maringa di pengujung babak kedua, memanfaatkan bola liar di kotak penalti. (gp/by)
Editor : Bayu Mulya Putra