Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Hadapi PSM, Arema FC Dihantui Rekor Minor di Laga Terakhir

Bayu Mulya Putra • Rabu, 30 Maret 2022 | 20:04 WIB
BAKAL ALL-OUT: Genta Alparedo (kanan) turun di laga kontra Borneo FC, beberapa waktu lalu. Di laga nanti malam, dia berharap Arema FC bisa mendapat happy ending. (Media Officer Arema FC For Radar Malang)
BAKAL ALL-OUT: Genta Alparedo (kanan) turun di laga kontra Borneo FC, beberapa waktu lalu. Di laga nanti malam, dia berharap Arema FC bisa mendapat happy ending. (Media Officer Arema FC For Radar Malang)
BALI - Arema FC punya catatan kurang apik saat bersua tim dari luar Jawa di laga terakhir Liga 1. Itu bisa dilihat dari tiga musim sebelumnya. Contohnya di musim 2019. Ketika itu, Dendi Santoso dan kawan-kawan mengakhiri musim dengan kekalahan telak 0-3. Satu-satunya happy ending yang mereka buat terjadi pada musim 2018 lalu. Saat itu mereka menang kala bermain di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.

Nah, PSM Makassar sendiri adalah kesebelasan keempat dari luar Jawa yang akan mereka hadapi di akhir kompetisi. Berkaca dari performa mereka di beberapa laga terakhir, tim berjuluk Juku Eja itu tentu bukan lawan yang mudah. Sebab, mereka datang dengan motivasi tinggi usai mengakhiri paceklik kemenangan di laga sebelumnya.

PSM juga datang dengan produktivitas bagus. Meski tanpa penyerang asing, pemain-pemain mereka tidak pernah puasa gol di tiga laga terakhir. Sepanjang waktu tersebut, tercatat mereka sudah menghasilkan empat gol. Itu jadi modal positif karena pertahanan PSM belum benar-benar kokoh.

Sadar akan kekuatan lawan yang tidak bisa dipandang sebelah mata, para pemain Arema FC mengaku tidak akan lengah. ”Kami sudah menganalisis kekuatan mereka. Dan, hasilnya ada celah untuk kami mencuri poin maksimal dari PSM,” jelas Rizky Dwi kepada koran ini kemarin. Sayangnya, dia enggan membeberkan apa yang menjadi titik lemah PSM Makassar tersebut.

Lebih lanjut, Rizky sendiri tidak menampik kalau tidak hadirnya Wiljan Pluim dan Anco Jensen di tim PSM menjadi kabar baik untuk Arema FC. Sebab di musim ini keduanya menjadi salah satu nyawa di tim PSM. ”Itu menjadi keuntungan untuk kami,” tuturnya. Bermodal hal tersebut dan kemenangan di laga sebelumnya, Rizky menyebut bila rekan-rekannya tengah termotivasi untuk menutup musim ini dengan baik. ”Semua elemen tim bersepakat untuk happy ending di laga pemungkas,” imbuh eks pemain Madura United tersebut.

Perihal rekor kurang apik timnya saat mengakhiri kompetisi, dia memastikan bila rekan-rekannya tidak keder. Sebab, musim ini banyak rekor yang telah dipecahkan Singo Edan. ”Itu menjadi tantangan untuk kami, sekaligus semangat (menyudahi rekor itu, red),” terangnya. Senada dengan Rizky, Genta Alparedo juga bertekad mengakhiri musim ini dengan hasil maksimal.

”Saya yakin semua akan gembira jika pada laga besok (nanti malam) menang,” jelasnya. Sebab, mengamankan tiga poin juga akan membuat peluang Singo Edan menembus AFC Cup terjaga. ”Mungkin lolos di sana bisa menjadi obat kecewa karena gagal menjadi nomor satu di musim ini,” paparnya. Genta sendiri menilai kalau PSM Makassar adalah kesebelasan yang bagus. Sebab komposisi pemainnya cukup merata. ”Kami harus waspada, meski mereka kemungkinan turun tanpa skuad lengkap,” jelasnya.(gp/by)

 

  Editor : Bayu Mulya Putra
#Arema FC #Rekor Minor #BRI Liga 1 #Singo Edan #genta alparedo