Dia mengaku bila fanatisme suporter menjadi salah satu alasan dia mau berkarier di Indonesia. ”Ketika kompetisi tanpa suporter di musim lalu sebetulnya mengecewakan bagi saya. Karena saya sudah membayangkan bermain dengan dukungan mereka di lapangan,” jelas center back berusia 28 tahun tersebut.
Menurut Sergio, di kompetisi kasta kedua Portugal, tidak banyak klub yang mempunyai basis suporter banyak. Hanya beberapa tim saja yang memilikinya. Alhasil, banyak pertandingan dilewatinya dengan suasana sepi tanpa sorak sorai suporter. Karena itu, dia yakin kalau kompetisi musim depan bakal berjalan lebih seru dengan hadirnya penonton.
Selama ini, dia hanya bisa melihat cuplikan video terkait fanatisme suporter di Indonesia. Termasuk cuplikan aksi para pendukung Arema FC, yang dia lihat cukup militan. ”Mereka (Aremania) luar biasa. Bermain di hadapan mereka tentu jadi momen spesial bagi saya,” jelasnya. Senada dengan Sergio, pemain Renshi Yamaguchi juga turut menunggu momen bisa bermain dihadapkan pemain ke-12.
”Tentunya mereka (Aremania) akan membuat kami yang ada di lapangan tambah bersemangat,” kata pemain asal Jepang itu. Meski di musim lalu dia belum merasakan hal tersebut, Renshi bisa melihat fanatisme Aremania. ”Kami pernah diberikan dukungan langsung beberapa kali di musim lalu, dan itu amazing,” kata dia.
Ya, di musim lalu sejumlah pendukung Singo Edan memang beberapa kali memberikan support langsung ke tim. Umumnya mereka mendatangi langsung penginapan para pemain. Atau mengawal kepulangan pemain dari stadion menuju hotel. Untuk musim depan, PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator Liga 1 memang tengah mempertimbangkan kehadiran suporter saat kompetisi berlangsung. (gp/by)
Editor : Bayu Mulya Putra