Saat diwawancarai Jawa Pos Radar Malang, Rahmad sedang berada di Jogjakarta. Melalui sambungan telepon, pemuda 23 tahun itu mengaku sedang mengikuti Kejuaraan Nasional Atletik. Bahkan dia baru saja memecahkan rekor pribadi lari untuk jarak 5.000 meter.
Sebelumnya, rekor pribadi alias personal best itu dia pecahkan di Ubon Ratchathani, Thailand. ”Alhamdulillah bisa dapat waktu 15 menit 37 detik. Di Thailand saya dapat 15 menit 40 detik dan meraih medali perunggu ASEAN University Games 2022,” ujar Rahmad,
Senin malam (8/8). Di Thailand, Rahmad bahkan mampu meraih medali perak pada nomor 3.000 meter halang rintang. Dia kalah bersaing sangat ketat dengan pelari dari asal Malaysia. Jaraknya sangat tipis saat menyentuh garis finis. Di nomor 5.000 meter, Rahmad merasakan persaingan yang lebih seru. Dia harus adu cepat dengan pelari Vietnam, Timor Leste, Malaysia, Laos, dan tuan rumah Thailand. Di nomor tersebut, Rahmad menempati urutan tiga. Sementara posisi pertama dan kedua ditempati pelari dari Vietnam dan Timor Leste.
Pemuda asal Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang itu menceritakan, keikutsertaannya di AUG 2022 terbilang mendadak. Dia baru mendapat pemberitahuan dari kampus pada akhir Juni 2022. Padahal, kompetisi olahraga mahasiswa se-ASEAN itu digelar 26 Juli-6 Agustus 2022. Beruntung dia bisa melakukan persiapan yang linier dengan preparasi kejuaraan nasional, mewakili Badan Pembinaan Olahraga Mahasiswa (BAPOMI) Indonesia. Artinya, berlatih untuk kejuaraan nasional sekaligus untuk AUG 2022.
”Untungnya saya sudah berlatih lebih dulu untuk kejurnas, sehingga bisa tampil maksimal di AUG,” tutur mahasiswa semester 3 Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi itu.
Untuk bisa meraih prestasi, Rahmad sudah punya regimen atau agenda rutin. Hari-hari dilaluinya dengan latihan. Senin sampai Sabtu, Rahmad bisa ditemui di lapangan latihan atletik. Dia selalu berlatih tiap pagi dan sore. Minggu menjadi jadi satu-satunya hari libur.
Kehidupan alumnus SMPN 1 Wajak itu juga diisi disiplin istirahat dan gizi tepat. Rahmad mengatakan, atlet maraton dan lari jarak jauh hanya punya dua kunci. Konsisten dan disiplin. Tantangannya, rutinitas latihan pada nomor tersebut sangat menjemukan. Karena itu, lawan atlet maraton bukan orang lain.
”Yang kita lawan diri sendiri. Karena itu persiapan dasar adalah disiplin dan konsisten,” tambah alumnus SMAN Olahraga Sidoarjo itu.
Selain persiapan rutin, Rahmad mengaku harus punya strategi yang cocok dalam setiap kompetisi. Karena itu, sebulan sebelum event berlangsung, dia selalu mendapat arahan khusus dari pelatih. Salah satu strategi yang selalu ditekankan adalah mengatur kecepatan lari. Dia mencontohkan persaingan di nomor 5.000 meter yang terdiri dari 12 putaran lintasan. Agar hasilnya maksimal, satu lap harus dicapai dalam 70 detik. Tidak kurang, tidak lebih. Karena itu, persiapan menjelang turnamen kerap disebut menghafal langkah.
”Kita harus tahu diri kita sendiri. Ada langkah 70 detik, ada langkah 75 detik, ada langkah 65 detik,” ujar pelari yang dilatih oleh Atjong Tio Purwanto (atlet Sea Games) itu.
Semua bentuk latihan dan strategi dalam lomba lari bisa dilahap Rahmad dengan telaten. Itu tak lepas dari peran sang ayah, Musiamin, yang membiasakan anaknya melihat orang berolahraga atletik sejak kecil. Musiamin yang juga menekuni dunia atletik kerap mengajak Rahmad kecil ke Stadion Gajayana, Kota Malang, untuk melihat atlet berlatih.
”SMP sudah mulai menekuni nomor maraton. Pertandingan pertama saat kelas 2 SMP di Stadion Kanjuruhan. Saya mewakili SMPN 1 Wajak dan dapat juara tingkat kabupaten,” ujarnya.
Latihan lari semakin intens saat dia diterima di SMAN Olahraga Sidoarjo. Bakat Rahmad di dunia atletik bisa dilihat dari berbagai prestasi yang dia raih saat remaja atau junior di level regional dan nasional. Prestasi internasional pertama dia raih saat SMA dengan merebut medali perak nomor 3.000 meter lari ASEAN School Games pada 2017 di Singapura. Rahmad hanya kalah dari pelari asal Filipina. ”Ke depan saya fokus persiapan ke berbagai event maraton. Ini juga untuk pemanasan ke Pra-PON,” tutup putra dari pasangan Musiamin dan Rini Susanti itu. (*/fat) Editor : Mardi Sampurno