Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Seriusi Kasus Mati Lampu saat Official Training

Mardi Sampurno • Senin, 5 September 2022 | 19:00 WIB
SEGERA BUAT LAPORAN: Skuad Arema FC berlatih di Stadion Gajayana, beberapa hari lalu. Di Banjarmasin, mereka tidak bisa leluasa dalam melakukan official training. Itu disebabkan lampu Stadion Demang Lehman yang tak menyala. (Suharto/Radar Malang)
SEGERA BUAT LAPORAN: Skuad Arema FC berlatih di Stadion Gajayana, beberapa hari lalu. Di Banjarmasin, mereka tidak bisa leluasa dalam melakukan official training. Itu disebabkan lampu Stadion Demang Lehman yang tak menyala. (Suharto/Radar Malang)
BANJARMASIN - Official training (OT) Arema FC di Stadion Demang Lehman, Sabtu lalu (3/9) tidak berjalan mulus. Sebab lampu stadion tak bisa menyala. Menanggapi kejadian itu, manajemen klub Singo Edan memastikan tidak akan tinggal diam. Mereka akan melaporkan insiden tersebut ke operator kompetisi, PT Liga Indonesia Baru (LIB). ”Tujuannya supaya hal ini mendapat perhatian serius,” kata Media Officer Arema FC Sudarmaji. 

Setelah laga melawan Arema FC, stadion itu juga akan digunakan untuk enam pertandingan home Barito Putera. Yang terdekat, tim berjuluk Laskar Antasari itu akan menjami Persija Jakarta, 11 September nanti. Sudarmaji berharap hal serupa tidak terulang di kemudian hari. ”Sebagai insan sepak bola tentu kami berharap masalah itu segera selesai,” jelas pria asal Banyuwangi tersebut. 

Kronologi lampu mati di Stadion Demang Lehman terjadi jelang tim Singo Edan melakukan latihan. Lampu di tribun dan empat lampu yang menyorot lapangan tak menyala. Akibatnya, Dendi Santoso dan kawan-kawan memanfaatkan penerangan dari handphone untuk berlatih ringan. 

Saat kejadian, sejatinya pihak Panpel setempat sudah berupaya mengatasinya. Mereka langsung menuju ruang operasional genset. ”Setelah dilakukan pengecekan ke genset, ternyata ada masalah pada temperatur,” tambah Sudarmaji. Akibatnya, Arema FC yang memulai latihan pukul 19.00 WITA harus mengakhiri sesi menempa diri pukul 19.40 WITA. Padahal seharusnya mereka melakukan latihan selama dua jam. 

Terkait kondisi tersebut, para pemain Arema FC enggan menjadikannya sebagai sebuah masalah. ”Pengaruhnya tentu ada, tapi sebagai pemain tidak mau terlalu memikirkan itu,” jelas Irsyad Maulana. Karena itu, dalam laga tadi malam, semua pemain ngotot untuk mendapatkan hasil yang terbaik. (gp/by) Editor : Mardi Sampurno
#Arema FC #Tim Singo Edan #barito putra #liga 1