Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Unggul Rekor Dari Pendekar Cisadane

Mardi Sampurno • Minggu, 18 Desember 2022 | 01:28 WIB
Jaga KonsIstensI: Jayus Hariono berebut bola dengan penggawa Persikabo 1973 ryan Kurnia rabu lalu (14/12). nanti sore, singo edan akan meladeni perlawanan dari Persita tangerang. instagam  jayus hariono
Jaga KonsIstensI: Jayus Hariono berebut bola dengan penggawa Persikabo 1973 ryan Kurnia rabu lalu (14/12). nanti sore, singo edan akan meladeni perlawanan dari Persita tangerang. instagam jayus hariono
Sejak Era Liga 1, Singo Edan Belum Pernah Kalah

SOLO - Meski berada dalam performa bagus, Arema FC tak perlu ciut nyali saat berhadapan dengan Persita Tangerang nanti sore (pukul 15.15 WIB). Itu karena sejak pertemuan di kompetisi resmi era 90-an sampai sekarang, hasil akhir lebih sering berpihak ke Singo Edan.

Arema hanya tiga kali kalah dalam 24 pertemuan melawan Persita Tangerang. Itu terjadi saat kompetisi masih bernama Divisi Utama. Sedangkan sejak era Liga 1, Singo Edan tidak pernah kalah saat bersua Persita (selengkapnya baca grafis).  Kemenangan terakhir Arema FC atas Persita Tangerang terjadi pada Liga 1 musim 2021/2022 lalu.

Ketika itu Jayus Hariono dan kawan-kawan menang dengan skor 2-0. Nama Carlos Fortes menjadi bintang waktu itu. Dia memborong semua gol yang dibuat tim. Sedangkan rekor kemenangan terbesar Arema FC atas Persita Tangerang terjadi di turnamen Piala Presiden 2019 lalu. Saat itu Singo Edan sukses mencukur lawannya tersebut dengan skor 6-1. Meski mempunyai rekor bagus saat berhadapan dengan tim berjuluk Pendekar Cisadane, para pemain Singo Edan tidak ingin terlena. Mereka tetap mewas padai tim yang bermar kas di Indomilk Arena tersebut. ”Persita adalah tim yang bagus,” jelas Bagas Adi Nugroho dalam konferensi pers kemarin (16/12).

Mantan PSS Sleman itu menilai bila calon lawan mempunyai sejumlah keunggulan. Salah satunya yakni permainan tim. Berdasarkan pengama tannya, pemain Persita bermain cukup kompak dan mempunyai organisasi permainan yang bagus. Berangkat dari hal tersebut, bapak satu anak itu menuturkan kalau timnya saat ini tidak memi kirkan rekor atas Persita tersebut. Bagi dia, capaian sebelumnya hanya menjadi salah satu pelecut semangat.

”Saya dan teman-teman tidak melihat itu (rekor). Karena fokusnya adalah berjuang bagai mana bisa meraih tiga poin,” ujar mantan pemain Bhayangkara FC tersebut. Menurutnya, semua elemen tim ingin melanjutkan tren positif tim dari tiga laga sebelumnya. Lebih lanjut, Bagas juga menuturkan beberapa rencana untuk mewujudkan kemenangan di laga nanti sore. Salah satunya yakni bermain kompak di belakang. ”Salah satu yang ditekankan (tim pelatih) adalah harus banyak komunikasi dengan pemain lain,” kata Bagas. Ya, melihat performa Persita di laga terakhir, hal itu memang perlu dilakukan. Pasalnya Persita punya agresivitas yang baik di lini depan. Itu dibuktikan dengan catatan 25 gol yang sudah mereka buat. Senada dengan Bagas Adi Nugroho, Adam Alis juga menyebut kalau timnya tidak terlalu melihat rekor.

”Pertandingan sebelumnya hanya menjadi pengingat kalau kami bisa menang dari mereka,” tuturnya. Berangkat dari hal tersebut, Adam mengaku kalau laga sebelumnya tidak bisa menjadi acuan. Sebab Persita Tangerang saat ini banyak mengalami perubahan. Mulai dari pelatih kepala sampai pemain. ”Yang pasti kami harus menunjukkan yang terbaik di lapangan untuk menang,” ucapnya. Saat ini Adam mengaku dalam kondisi yang baik. Dia juga me nyebut bila semua elemen tim dalam motivasi yang positif usai menang di tiga laga terakhir. (gp/by) Editor : Mardi Sampurno
#Arema FC #kompetisi resmi era 90-an #Solo #Singo Edan #persita tangerang #performa bagus