Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Gantikan Javier Roca, Status I Putu Gede Masih Caretaker

Bayu Mulya Putra • Rabu, 8 Februari 2023 | 21:00 WIB
BAKAL DAMPINGI TIM: Putu Gede mulai memimpin latihan Arema FC di Jakarta, kemarin pagi (7/2/2023). (Media Officer Arema FC For Radar Malang)
BAKAL DAMPINGI TIM: Putu Gede mulai memimpin latihan Arema FC di Jakarta, kemarin pagi (7/2/2023). (Media Officer Arema FC For Radar Malang)
BOGOR - Meski diproyeksikan menjadi pengganti Javier Roca, namun I Putu Gede tidak akan menyandang status pelatih kepala. Pria berusia 49 tahun tersebut bakal berlabel caretaker saat mendampingi Arema FC dalam lanjutan Liga 1. Itu karena lisensi kepelatihan mantan pelatih PSMS Medan itu belum memenuhi kriteria.

Berdasar website resmi PSSI, saat ini dia mempunyai lisensi kepelatihan AFC A. Tapi, sejak bulan 28 November 2022 lalu sudah terdaftar sebagai pelatih yang mengambil kursus kepelatihan AFC Pro. Selama kursus tersebut, dia sudah masuk modul kepelatihan akhir.

Menurut Regulasi BRI Liga 1 musim 2022/2023 pasal 33 poin 2 huruf D nomor 1, disebutkan bila pelatih kepala di Liga 1 sekurang-kurangnya harus memiliki sertifikat AFC Pro. Sedangkan untuk pelatih asing, lisensinya harus setara UEFA Pro. Sedangkan untuk asisten pelatih, minimal punya lisensi AFC A.

Status caretaker pelatih Arema FC sendiri tidak bisa diisi Putu dalam waktu yang lama. Sebab, sebuah klub Liga 1 hanya diizinkan tanpa pelatih kepala selama satu bulan saja. Apabila aturan tersebut tidak dijalankan, ada potensi denda atau sanksi untuk klub yang bersangkutan.

Itu tercantum dalam regulasi Liga 1 musim ini. Tepatnya pada pasal 32 poin 11. Di dalamnya, ada keterangan sanksi berupa denda sebesar Rp 100 juta. Mengenai status Putu, Manajer Arema FC Wiebie Dwi Andriyas membenarkan kalau nanti status sang pelatih adalah caretaker. ”Status memang seperti itu. Tapi, aman saja tidak ada aturan yang dilanggar,” kata dia.

Wiebie menyebut kalau saat ini pihaknya tinggal menunggu pengesahan dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) terkait status Putu Gede. Dia memastikan kalau sebelumnya sudah membuat laporan tertulis untuk memberitahukan ke operator kompetisi terkait pergantian pelatih kepala.

Lebih lanjut, Owner NZR Grup itu mengatakan kalau nanti Putu Gede tidak akan sementara di tim. Mantan pelatih Persibo Bojonegoro itu akan bersama tim sampai akhir musim ini. ”Nantinya, bisa  mengisi posisi asisten pelatih,” tuturnya.

Meski berstatus caretaker, Wiebie menyebut kalau tugas dan tanggung jawab Putu tidak berubah. Mantan pemain Persija Jakarta itu ditarget bisa mengangkat performa Singo Edan di kompetisi. ”Manajemen inginnya dia bisa membantu tim kembali ke jalur kemenangan,” paparnya. Karena itu, kemarin Putu Gede sudah memimpin latihan Singo Edan. Hari ini, saat melawan Rans Nusantara, dia juga diplot mendampingi tim.

Terpisah, mengenai statusnya nanti, Putu Gede memastikan bila itu tidak akan memengaruhi dirinya. ”Tetap harus bekerja keras dan berusaha melakukan yang terbaik untuk tim ini,” tuturnya. Sebagai informasi, pada musim 2022/2023 ini, Persis Solo menjadi kesebelasan sebelum Singo Edan yang menggunakan skema tersebut.

Saat ini Laskar Sambernyawa menunjuk Rasiman sebagai caretaker pasca mundurnya Jackson F. Tiago dari kursi pelatih kepala tim. Rasiman menjabat pelatih sementara Persis sejak 20 Agustus 2022 sampai 14 September 2022. (gp/by)

  Editor : Bayu Mulya Putra
#Arema FC #Aturan Pelatih Liga 1 #I Putu Gede #pt lib #liga 1