Selain itu, dalam rilisnya, PT LIB juga menyebut bila pertandingan kedua tim asal Jawa Timur itu akan digelar tanpa penonton. Direktur Utama PT LIB Ferry Paulus menyebut bila syarat itu merupakan permintaan dari pihak keamanan.
Tujuannya untuk memperkecil risiko gesekan antar-suporter. ”Tujuannya mempermudah dalam melokalisir keamanan,” kata dia. Berangkat dari hal itu lah, pihaknya merekomendasikan agar laga kedua tim digelar di Stadion PTIK,
Menurut Ferry, sejatinya Persebaya bisa menggelar pertandingan dengan penonton. Namun dengan catatan itu dilakukan di Stadion Gelora Bung Tomo. Namun, karena tidak ada izin bermain di sana, opsi dari pihaknya lah yang paling memungkinkan. ”Mereka (Manajemen Persebaya) juga sudah berkomunikasi beberapa pengelola stadion. Tapi tidak mendapatkan lampu hijau,” tuturnya
Harus bermain tanpa penonton dan digelar di tempat netral ibarat deja vu pertemuan keduanya di Piala Gubernur Jawa Timur 2020. Sedangkan di Liga 1, kondisi itu seperti pengulangan pada musim 2019 lalu. Saat itu laga home Persebaya melawan Arema FC dimainkan tempat netral, yakni di Stadion Batakan, Balikpapan. Laga itu juga tidak bisa dihadiri pemain ke-12.
Mengenai situasi tersebut, para pemain Arema FC enggan banyak berkomentar. ”Fokusnya sementara untuk laga-laga terdekat saja dulu,” kata gelandang Gian Zola. Menurutnya, itu juga tidak kalah penting. Arema FC sendiri akan menjalani laga tidak mudah sebelum melawan Persebaya. Sabtu mendatang (1/4), mereka melawan Persita Tangerang. Lalu empat hari berselang akan berhadapan dengan Madura United. (gp/by)
Editor : Bayu Mulya Putra